Ketegangan sempat terjadi antara dua kelompok suporter usai laga uji coba antara Persibangga Purbalingga melawan Persak Kebumen di Stadion Goentoer Darjono, Minggu (26/4/2026).
Insiden bermula ketika salah satu kelompok suporter menyalakan flare seusai pertandingan, tepat saat anthem Persibangga dinyanyikan bersama. Aksi tersebut memicu protes dari kelompok suporter lainnya, mengingat penggunaan flare dilarang di dalam stadion dan berpotensi membawa dampak serius.
Kekhawatiran utama muncul karena tindakan tersebut bisa memengaruhi peluang Persibangga menjadi tuan rumah babak 64 besar Liga 4 Nasional. Situasi sempat memanas ketika kelompok yang memprotes mendatangi pihak yang menyalakan flare.
Beruntung, aparat dari Polres Purbalingga sigap melakukan pengamanan. Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, bahkan turun langsung ke lapangan untuk meredam ketegangan dan mendamaikan kedua belah pihak.
Di tengah insiden tersebut, pertandingan uji coba tetap mencatat hasil positif bagi tim tuan rumah. Persibangga berhasil menang meyakinkan dengan skor 2-0 atas Persak Kebumen.
Menariknya, laga ini juga bertepatan dengan kunjungan perwakilan PSSI Jawa Tengah yang tengah melakukan verifikasi kesiapan stadion dan fasilitas. Penilaian ini menjadi bagian penting dalam menentukan apakah Persibangga layak menjadi tuan rumah babak 64 besar Liga 4 Nasional.
Manajer Persibangga, Uut Triyas Yanuar, menegaskan bahwa peluang tersebut masih terbuka lebar. Ia menyebut proses pengecekan dari PSSI Jateng dan PSSI pusat telah berjalan, dan pihaknya optimistis bisa memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Meski diwarnai insiden, kemenangan di lapangan dan peluang menjadi tuan rumah menjadi catatan penting bagi Persibangga. Namun, kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kedewasaan suporter juga menjadi faktor krusial dalam perjalanan sebuah tim, terutama saat membawa nama daerah ke level nasional.

