Konektivitas utama dari arah Kaliori menuju wilayah Banyumas mulai hari ini resmi dialihkan. Terhitung sejak Senin, 15 Juni 2026 hingga 30 Juli 2026, Jembatan Serayu di Jalan Raya Kaliori-Banyumas ditutup total untuk seluruh moda transportasi akibat pengerjaan renovasi besar-besaran.
Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DI Yogyakarta, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), menegaskan bahwa sterilisasi area ini mutlak dilakukan.
Kebijakan tersebut diambil demi menjamin keamanan publik sekaligus kelancaran teknis selama proses pembongkaran konstruksi di lapangan.
Rincian Teknis Perbaikan Jembatan Serayu
Infrastruktur penyeberangan sepanjang 127,80 meter dengan lebar 8 meter ini bakal dirombak total guna mendongkrak standar kelayakan dan keselamatan jalan.
Berdasarkan cetak biru Kementerian PU, rangkaian pembenahan mencakup aspek struktural yang krusial, meliputi:
- Perbaikan Struktur Utama : Pergantian lantai jembatan sepanjang 69,30 meter, pergantian baja ikatan angin, penggantian angkur, serta pergantian komponen elastomer.
- Peningkatan Proteksi : Perbaikan karet penahan gempa dan perbaikan dinding penahan tanah (retaining wall).
- Finishing Jalan : Galian perkerasan aspal (Cold Milling Machine/CMM) ditambah lapisan AC-WC setebal 5 cm, pergantian expansion joint, patching beton, serta pekerjaan sand blasting dan pengecatan pada tiang pancang maupun baja struktur.
Panduan Jalur Alternatif untuk Kendaraan Kecil
Guna memecah potensi penumpukan kendaraan di sekitar titik proyek, skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Bagi para pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi, arus perjalanan dialihkan menuju rute lokal berikut:
- Rute via Kebasen: Pengendara dari arah Patikraja/Purwokerto yang hendak menuju Buntu/Sampang diarahkan menggunakan Jalur Patikraja-Rawalo, menyeberangi Jembatan Cindaga, lalu mengambil rute Jalan Kebasen hingga tembus ke area SPBU Sampang atau perempatan Buntu.
- Rute Lingkar Dalam:Pengendara juga dapat memanfaatkan jalur alternatif melintasi Jl. Papringan Banyumas, Jl. Karangtengah, Jl. Bhayangkara, dan Jalan Raya Kebasen untuk menghindari titik penutupan utama di ekor jembatan.
Regulasi Rute Khusus Truk dan Bus Besar
Mengingat geometris dan daya dukung beban jalan desa sangat terbatas, kendaraan bertonase berat seperti truk tronton serta bus AKAP dilarang keras memasuki jalur alternatif kendaraan kecil. Pihak berwenang mewajibkan kendaraan besar memutar melalui jalur khusus:
- Poros Purwokerto – Sokaraja – Purbalingga: Kendaraan besar dari arah barat atau utara diarahkan menuju Jalan Banyumas-Sokaraja, lalu berbelok menuju Jembatan Linggamas dan Jl. Panican hingga tembus ke Jl. Purbalingga-Klampok.
- Poros Klampok – Somagede – Buntu: Dari area Purbalingga/Banjarnegara, arus kendaraan besar diarahkan melalui Jl. Ajibarang Secang menuju kawasan SPBU Klampok, kemudian menyusuri Jl. Buntu Timur menuju ke perempatan SPBU Buntu atau melanjutkan perjalanan ke arah jalur selatan (Somagede).
Para pelaju diharapkan mengantisipasi potensi keterlambatan dengan berangkat lebih awal selama masa perbaikan hingga akhir Juli mendatang.
Pengendara juga diminta tetap waspada, mematuhi papan penunjuk arah, serta mengikuti instruksi taktis dari personel Satlantas Polres Banyumas dan Dinas Perhubungan yang bersiaga di lapangan.

