cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Asisten Pelatih Persibangga Ungkap Alasan Kekalahan dari Wahana FC
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Asisten Pelatih Persibangga Ungkap Alasan Kekalahan dari Wahana FC
Banyumas Raya

Asisten Pelatih Persibangga Ungkap Alasan Kekalahan dari Wahana FC

Kurnia
Last updated: 2 Juni 2026 22:11
Kurnia
Published: 2 Juni 2026
Share
Asisten Pelatih Persibangga (tengah), Fauzan Fajri saat konferensi pers usai telan kekalahan dari Wahana FC, Selasa (2/6/2026). (Cilacap Today)
Asisten Pelatih Persibangga (tengah), Fauzan Fajri saat konferensi pers usai telan kekalahan dari Wahana FC, Selasa (2/6/2026). (Cilacap Today)
SHARE

Jajaran staf kepelatihan Persibangga Purbalingga memberikan catatan atas performa buruk skuadnya pasca-kekalahan menyakitkan pada laga kedua Grup D Babak 64 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026 Putaran Nasional.

Contents
  • Rentetan Kesalahan Pemain
  • Absen Pemanasan Bola Bikin Aliran Bola Mandek
  • Terpancing Provokasi, Lini Serang Bermain Panik

Bermain sebagai tuan rumah di Stadion Goentoer Darjono, Selasa (2/6/2026) sore, tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman ini dipaksa bertekuk lutut oleh tim tamu, Wahana FC Pekanbaru.

Saat sesi jumpa pers pasca pertandingan, Fauzan Fajri Nasrullah selaku Asisten Pelatih Persibangga Purbalingga membeberkan deretan poin minus yang membuat timnya gagal mengamankan poin di kandang.

Staf kepelatihan menyoroti tiga masalah utama, yakni taktik di lapangan, kondisi kebugaran, hingga goyahnya mentalitas para pemain sepanjang laga.

 

Rentetan Kesalahan Pemain

Sorotan paling tajam dari tim pelatih tertuju pada kacaunya organisasi permainan akibat buruknya komunikasi antarlini. Fauzan Fajri tidak menampik bahwa strategi serta aliran bola yang sudah dimatangkan saat latihan mendadak macet total lantaran para pemain kerap melakukan eror mendasar yang merugikan tim.

“Kita memang akui dalam permainan masih banyak kesalahan-kesalahan sendiri. Dan itu akan menjadi bahan evaluasi dari tim kepelatihan,” ujar Fauzan di hadapan para awak media.

Imbas dari rentetan blunder individu tersebut, Persibangga kehilangan kendali permainan dan justru membiarkan Wahana FC leluasa melancarkan gelombang serangan.

 

Absen Pemanasan Bola Bikin Aliran Bola Mandek

Masalah Persibangga nyatanya sudah muncul sebelum peluit kick-off dibunyikan. Akibat jadwal super padat yang mengharuskan tim bertanding dua kali sehari, Arvin Aufa dan kawan-kawan tidak mendapatkan porsi pemanasan yang maksimal, terutama dalam memulihkan sentuhan taktis menggunakan bola.

“Kalau dalam permainan, kita kurang berkembang karena salah satunya juga terkendala dari pemanasan. Dalam satu hari ada dua pertandingan. Di pertandingan kedua, kita tidak ada pemanasan dengan bola. Sehingga kita adaptasi terhadap bola, kita butuh waktu,” beber Fauzan membeberkan situasi fisik anak asuhnya.

Baca Juga  Kangen Bubur Srintil Semarang? Kini Hadir Setiap Ahad di Wisata Dawuhan Banjarnegara

Ketiadaan sesi pemanasan dengan bola ini dinilai berdampak fatal pada kualitas sentuhan pertama (first touch) serta kesiapan fisik pemain dalam meredam intensitas tinggi lawan.

“Mungkin ini di pertandingan kedua. Tapi memang pemanasan kan memang penting untuk pemain,” tambahnya, yang didampingi oleh Alexander sebagai perwakilan pemain.

 

Terpancing Provokasi, Lini Serang Bermain Panik

Catatan minor terakhir yang melengkapi rapor buruk Persibangga sore itu adalah rapuhnya sisi psikologis pemain. Atmosfer panas yang tersaji sejak awal laga membuat skuad lokal gampang tersulut emosi, yang berujung pada buyarnya konsentrasi dan rusaknya ritme permainan.

“Sedangkan terkait dengan teknis, awal-awal pertandingan tensi sudah tinggi. Pemain mudah terpancing, jadi hilang fokus, ritme permainan jadi berubah,” kata Fauzan menganalisis runtuhnya mental bertanding tim.

Kondisi mental pemain terpantau makin drop setelah mereka tertinggal gol. Alih-alih bermain tenang dan taktis, lini depan tuan rumah justru tampak panik dan tergesa-gesa karena ambisi besar untuk membalas gol.

“Akhirnya setelah ketinggalan, pemain di babak kedua terlalu buru-buru untuk segera cetak gol. Jadi, seperti takut untuk pegang bola. Itu aja,” pungkas Fauzan menutup evaluasi tersebut.

Hasil minor di markas sendiri menjadi sinyal bahaya bagi tim yang ditukangi Agus Riyanto ini. Lemahnya kontrol emosi, problem adaptasi lapangan, serta tingginya angka kesalahan sendiri kini menjadi tumpukan pekerjaan rumah yang wajib segera dibereskan tim pelatih agar performa serupa tidak terulang kembali.

 

Banyumas Terpilih Jadi 20 Besar Kawasan Sentra Produksi Pangan Nasional
Bakso Citra Satlantas 2, Rekomendasi Bakso Tetelan Melimpah di Purwokerto
ULP Ajibarang Akan Lakukan Pemadaman Listrik di Pekan Ketiga Juni 2026
Banjarnegara Matangkan SK TPKJM Demi Berantas Pasung dan Penuhi Hak ODGJ
Pemain Persibangga Digenjot Latihan Fisik Usai Libur Lebaran
TAGGED:liga 4 nasional 2026persibangga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan