Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus memacu perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya. Berdasarkan data konsolidasi capaian tahun 2025, lebih dari separuh total ruas jalan kabupaten kini telah berada dalam kondisi baik. Kendati demikian, pemerintah daerah mengakui masih ada sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga berat yang memerlukan penanganan lanjutan secara berkala.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara, Izak Danial Aloys mengungkapkan, mengacu pada Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 620/1576 Tahun 2023 tentang Penetapan Nomor dan Nama Ruas Jalan, total panjang jalan kabupaten di Banjarnegara tercatat mencapai 885,8 kilometer yang tersebar di 251 ruas jalan.
Dari total panjang tersebut, jalan dengan kondisi baik mendominasi dengan panjang 513,828 kilometer atau setara 58,007 persen.
”Sementara itu, jalan dengan kondisi sedang mencapai 173,599 kilometer atau 19,598 persen. Untuk kondisi rusak ringan tercatat sepanjang 124,058 kilometer atau 14,005 persen, dan kondisi rusak berat berada di angka 74,315 kilometer atau 8,390 persen,” ujar Izak saat memberikan keterangan, Kamis (4/6/2026).
Meskipun tingkat kemantapan jalan masih menjadi fokus perhatian dan evaluasi pemkab, capaian ini menunjukkan tren positif yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, panjang jalan dengan kondisi baik bertambah hingga 24,198 kilometer jika dibandingkan dengan tahun 2024. Realisasi kemantapan jalan yang menyentuh 58,01 persen ini sudah mendekati target kinerja yang dipatok sebesar 60 persen.
Realisasi Program dan Jenis Permukaan
Guna mendongkrak kualitas konektivitas warga, Pemkab Banjarnegara menstimulasi sejumlah program penanganan sepanjang tahun 2025. Program tersebut meliputi pemeliharaan berkala jalan sepanjang 11,450 kilometer, rekonstruksi jalan sepanjang 32,586 kilometer, serta rehabilitasi jalan sepanjang 10,905 kilometer.
Jika ditinjau dari jenis permukaannya, jaringan jalan kabupaten di Banjarnegara saat ini didominasi oleh perkerasan hotmix (aspal beton). Hingga akhir 2025, jalan hotmix telah mencapai 825,8 kilometer. Peringkat selanjutnya disusul oleh jalan beton sepanjang 53,05 kilometer, jalan kerikil 5,58 kilometer, dan menyisakan jalan tanah sepanjang 1,37 kilometer.
Sinergi Jalan Nasional dan Provinsi
Di sisi lain, Sekretaris Dinas (Sekdin) DPUPR Banjarnegara, M. Arqom Al Fahmi menambahkan bahwa selain jalan kabupaten, mobilitas di Banjarnegara juga ditopang oleh ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat (nasional) dan pemerintah provinsi.
Jalan nasional yang melintasi wilayah Banjarnegara membentang sepanjang 57,52 kilometer dari wilayah Sigaluh hingga Susukan. Jalur logistik vital ini menjadi urat nadi utama penghubung antardaerah sekaligus penggerak roda perekonomian masyarakat.
Sementara untuk jalan provinsi, Banjarnegara memiliki total panjang 87,94 kilometer yang terbagi ke dalam enam ruas utama.
”Ruas tersebut meliputi Sunan Gripit (Pertigaan Gayang-Pertigaan Tugu Banjarmangu), Banjarnegara-Wanayasa, Wanayasa-Kalibening-Batas Pekalongan, Wanayasa-Batur, Batur-Dieng, serta Mandiraja-Ketileng-Batas Kebumen,” papar Arqom.
Arkom menegaskan, peningkatan kualitas jalan merupakan faktor stimulan paling krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pembangunan konektivitas antarwilayah ini akan terus digenjot, terutama pada ruas-ruas jalan yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana alam.

