PT PLN (Persero) UIT JBT UPT Purwokerto resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Berbinar” (Bersinergi, Bina Nalar untuk Indonesia Pintar). Peluncuran program ini dilaksanakan di Dusun Cikura, Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (28/4/2026).
Program “Berbinar” merupakan gerakan kolaboratif yang bertujuan untuk mendorong peningkatan literasi di tengah masyarakat. Owner Rumah Baca Purnama, Indra Hari Purnama, menjelaskan bahwa inisiatif ini terbuka bagi berbagai pihak yang memiliki visi serupa dalam membangun nalar bangsa.
“Program ini bersinergi dengan siapa saja dalam upaya membangun nalar, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Semoga dapat memberikan manfaat luas demi mewujudkan Indonesia yang lebih pintar,” ujar Indra dalam keterangannya.
Indra menambahkan, pascapeluncuran ini, pihaknya telah menyiapkan serangkaian kegiatan lanjutan untuk mengasah kreativitas generasi muda. Beberapa di antaranya adalah festival mural anak serta pelatihan videografi.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN, Irfan Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk revitalisasi dari program PLN Peduli. Menurutnya, PLN tidak hanya fokus pada pengelolaan aset bertegangan tinggi dan pasokan listrik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap aspek sosial dan keamanan masyarakat di sekitar instalasi.
“Kami ingin masyarakat dapat beraktivitas dengan aman di sekitar aset PLN. Harapannya, PLN dan masyarakat bisa hidup berdampingan secara harmonis,” kata Irfan. Ia meyakini bahwa peningkatan literasi akan berbanding lurus dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan aset negara.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Banjarnegara, Arief Rahman, menilai program ini menjadi suntikan energi bagi budaya membaca di wilayahnya.
“Membaca bukan sekadar melihat teks, tetapi memahami isi bacaan. Kami sangat senang karena kegiatan ini membantu menggelorakan semangat literasi yang akan membawa kekayaan pengetahuan bagi warga,” tutur Arief.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Dyah Ayu, memberikan apresiasinya. Ia menilai program “Berbinar” berhasil mengawinkan sektor literasi dengan subsektor penerbitan dalam ekonomi kreatif.
“Ini menjadi kolaborasi yang menarik dan memberikan nuansa baru dalam pola pembelajaran anak-anak kita,” pungkasnya.

