Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi di Cilacap telah menyerahkan memori kasasi. Ketiganya adalah mantan Sekda Cilacap Awaluddin Muuri, mantan Kabag Perekonomian Cilacap Iskandar Zulkarnain, dan mantan eks Direktur PT Rumpun Sari Antan Andhi Nur Huda.
Setelah divonis bersalah di tingkat pertama dan banding, ketiganya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Nah, prosesnya saat ini sampai pada penyerahan memori kasasi. Muuri menyerahkan memori kasasi pada 12 Mei 2026. Sementara Andhi dan Iskandar menyerahkan memori kasasi pada 11 Mei 2026. Nantinya perkara ini akan diproses dan divonis oleh majelis hakim Mahkamah Agung.
Sebelumnya, ketiganya divonis bersalah di tingkat pertama dan banding. Putusan di tingkat banding lebih berat daripada putusan tingkat pertama.
Sebelumnya, dalam nomor putusan banding 22/PID.SUS-TPK/2026/PT SMG, Awaluddin Muuri divonis penjara 10 tahun, denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp1,8 miliar subsider 1 tahun 6 bulan kurungan.
Hukuman tingkat banding itu lebih berat dari hukuman di tingkat pertama. Di tingkat pertama, Muuri divonis pidana penjara 2 tahun 6 bulan dan denda Rp200 juta.
Sementara dalam nomor putusan 21/PID.SUS-TPK/2026/PT SMG, eks Direktur PT Rumpun Sari Antan Andhi Nur Huda divonis 13 tahun enjara, denda Rp650 juta subside 4 bulan penjara. Andhi juga harus membayar uang pengganti Rp152 miliar.
Hukuman di tingkat banding ini lebih berat dari hukuman di tingkat pertama. Di tingkat pertama, Andhi dihukum pidana penjara 2 tahun 10 bulan dan denda Rp150 juta, tanpa ada pidana bayar uang pengganti.
Sementara dalam nomor putusan 20/PID.SUS-TPK/2026/PT SMG, mantan Kabag Perekonomian Cilacap Iskandar Zulkarnain divonis penjara 10 tahun. Dia juga harus membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan. Kemudian, harus membayar uang pengganti kepada negara Rp 4,02 miliar subsider 2 tahun 6 bulan kurungan.
Putusan di tingkat banding ini lebih berat daripada di tingkat pertama. Di tingkat pertama, Iskandar divonis 2 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp150 juta.
Dugaan Korupsi Terkait PT Cilacap Segara Artha
Kasus dugaan korupsi ini terjadi antara tahun 2023 sampai 2024. Andhi Nur Huda kala itu masih menjabat Direktur PT Rumpun Sari Antan. Andhi ingin menjual tanah PT Rumpun Sari Antar di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap pada BUMD Perumda Kawasan Industri Cilacap.
Namun, penjualan itu tidak bisa dilakukan karena Perumda Kawasan Industri Cilacap tidak memiliki bidang usaha di sektor perkebunan. Lalu, Awaluddin Muuri yang masih menjabat Sekda Cilacap dan Iskandar Zulkarnain yang masih menjabat sebagai Plt Direktur Perumda Kawasan Industri Cilacap aktif memuluskan niat Andhi untuk menjual lahan.
Muuri dan Iskandar serius ingin membantu Andhi karena ada iming-iming fee jika tanah PT Rumpun Sari Antan di Cipari terjual. Di situlah kemudian dibuat badan usaha milik daerah (BUMD) yang baru yakni PT Cilacap Segara Artha (CSA).
PT CSA kemudian membeli lahan milik PT Rumpun Sari Antan di Cipari seluas 716 hektar dengan harga Rp237 miliar. Dari transaski tersebut diduga Muuri mendapatkan fee Rp1,8 miliar, Iskandar mendapatkan fee Rp4,3 miliar. Sisanya uang hasil penjualan digunakan oleh Andhi untuk kepentingan pribadi.
Permasalahannya, setelah membeli tanah itu, PT CSA tak bisa menguasai tanah tersebut. Sebab, tanah PT Rumpun Sari Antan ternyata masih dalam penguasaan Kodam IV/Diponegoro. PT Rumpun Sari Antan hanyalah unit usaha di bawah yayasan milik Kodam. bukan pemilik sah atas tanah yang dijual.
Akibatnya, PT CSA tidak memperoleh hak atas lahan, sementara uang ratusan miliar rupiah telah berpindah tangan. Dari situlah kemudian para terdakwa terseret kasus dugaan korupsi dan diproses oleh kejaksaan dan disidang di pengadilan.
Sementara masih terkait kasus ini, Andhi Nur diproses hukum kedua kalinya untuk dugaan pencucian uang terkait kasus ini. Sementara, tokoh agama Islam Gus Yazid juga sedang diproses di Pengadilan Tipiko Semarang karena diduga menerima aliran uang hasil korupi.

