Ratusan gamer dari berbagai penjuru Kabupaten Cilacap memadati lokasi penyelenggaraan Kapolresta Cilacap E-Sport Championship 2026 Season 2 di Fourtress Cafe, Minggu (14/6/2026). Turnamen yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 ini berlangsung meriah dan menjadi magnet bagi komunitas E-Sport di daerah.
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah menjaring bibit-bibit atlet E-Sport potensial yang dapat dibina menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Tingginya minat peserta tercermin dari jumlah tim yang berpartisipasi. Sebanyak 64 tim dengan total lebih dari 300 pemain ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka bersaing dalam pertandingan yang mengandalkan strategi, kerja sama tim, dan kemampuan individu untuk meraih gelar juara.
Wadah Positif Bagi Generasi Muda
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono mengatakan, kejuaraan E-Sport sengaja digelar sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka secara positif.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai cabang olahraga baru, termasuk E-Sport yang kini mendapat perhatian luas dan memiliki potensi besar untuk mencetak prestasi.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi permainan digital, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, kerja sama tim, disiplin, dan tanggung jawab. Kami ingin generasi muda Cilacap memiliki ruang positif untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Kapolresta.
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang menjadi kelompok dominan dalam perkembangan industri E-Sport saat ini.
Jadi Ajang Penjaringan Atlet Menuju Kapolri Cup
Lebih dari sekadar turnamen hiburan, Kapolresta Cilacap E-Sport Championship 2026 Season 2 juga menjadi bagian dari proses pencarian bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Cilacap pada kompetisi e-sport tingkat yang lebih tinggi.
Kapolresta menjelaskan, para peserta terbaik akan menjadi perhatian dalam proses pembinaan menuju berbagai kejuaraan yang masuk dalam rangkaian E-Sport Polri, mulai dari tingkat Polda hingga Kapolri Cup di level nasional.
“Melalui kompetisi ini kami berharap lahir atlet-atlet E-Sport berbakat yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. E-Sport telah menjadi cabang olahraga yang memiliki masa depan besar dan mampu mengharumkan nama daerah maupun bangsa,” katanya.
Menurutnya, pembinaan atlet E-Sport perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi yang dimiliki generasi muda dapat berkembang secara maksimal dan mampu bersaing di tingkat profesional.
Kampanyekan Sportivitas dan Etika Digital
Selain mempertandingkan kemampuan bermain, kejuaraan ini juga membawa pesan edukatif bagi para peserta. Polresta Cilacap mengajak para gamer untuk menjunjung tinggi nilai fair play, memperkuat kemampuan komunikasi dan strategi tim, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.
Peserta juga didorong untuk menghindari berbagai perilaku negatif di ruang digital dan menjadikan E-Sport sebagai aktivitas yang produktif serta berorientasi pada prestasi.
Kapolresta menegaskan, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan berprestasi.
“Atas nama Polresta Cilacap, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, komunitas E-Sport, ESI Kabupaten Cilacap, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kejuaraan ini dapat melahirkan atlet-atlet E-Sport berprestasi yang mampu membawa nama baik Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hingga Indonesia di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

