Kabupaten Banyumas dan Cilacap menjadi dua dati Sembilan kabupaten yang masuk dalam daftar prioritas kawasan industri baru di Jawa Tengah. Langah ini menjadi satu strategi dalam pemerataan ekonomi.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembentukan sembilan kabupaten/kota sebagai kawasan industri baru guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dari sembilan wilayah tersebut, dua daerah di wilayah barat dan selatan, yakni Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap, yang masuk dalam daftar prioritas pengembangan.
Selain Banyumas dan Cilacap, kawasan industri juga direncanakan diperkuat di Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, serta Kabupaten Kebumen.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri merupakan strategi utama untuk menciptakan pusat ekonomi baru yang tidak lagi terpusat di satu wilayah.
“Kunjungan ini menjadi panduan bagi kita untuk memperkuat langkah strategis ke depan,” ujarnya usai menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Relokasi Industri ke Jateng Meningkat, DPR RI Pastikan Dukungan Investasi
Langkah percepatan kawasan industri ini mendapat dukungan dari DPR RI. Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyatakan pihaknya siap mengawal sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah agar iklim investasi semakin kondusif.
Menurutnya, Jawa Tengah kini menjadi tujuan relokasi industri dari sejumlah daerah lain, terutama karena faktor upah yang kompetitif serta ketersediaan lahan yang masih luas.
Ia menilai kawasan industri di Jawa Tengah berkembang pesat, termasuk di Batang, dan berpotensi terus menarik investor dari wilayah Jawa Barat maupun DKI Jakarta.
UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Fondasi Pertumbuhan
Tak hanya bertumpu pada industri besar, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya hampir empat juta unit.
Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya UMKM naik kelas melalui pendampingan usaha, akses permodalan, hingga perluasan pasar.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.
Pemerintah provinsi juga memastikan lebih dari 1.000 desa wisata di Jawa Tengah mendapatkan pembinaan teknis, penguatan pemasaran, dukungan pendanaan, serta promosi berkelanjutan sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah.
Transformasi Ekonomi Jateng Menuju Magnet Investasi Nasional
Dengan dukungan legislatif dan penguatan kebijakan daerah, Jawa Tengah membidik transformasi ekonomi berbasis kawasan industri, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan berkelanjutan.
Pengembangan Banyumas dan Cilacap sebagai kawasan industri baru diharapkan mampu memperluas distribusi investasi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan selatan Jawa Tengah.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah tengah bergerak cepat memperkuat posisinya sebagai salah satu magnet investasi nasional.

