Jumat (6/2/2026) kisaran pukul 01.00 dini hari WI, warga Banyumas merasakan gempa. Belakangan diketahui bahwa pusat gempa adalah di perairan sebelah tenggara Kabupaten Pacitan Jawa Timur.
Yanti (43), warga Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas mengaku bahwa diri hari tadi dia merasakan gempa. “Ada getaran pas saya terjaga saat tidur,” katanya, Jumat (6/2/2026).
Namun, dia belum tahu di mana pusat getaran terjadi. Belakangan diketahui bahwa pusat gempa ada di perairan Samudra Hindia 90 Km Tenggara Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Kedalamannya adalah 10 Km dan kekuatan magnitudo 6,4. BMKG melalui Instagramnya menyebut bahwa getaran itu tidak berpotensi tsunami.
Jadi jika merujuk jarak Pacitan ke Banyumas, maka gempa tersebut dirasakan oleh warga yang jaraknya lebih dari 300 Km dari pusat gempa. Sebab, jarak Pacitan dengan Banyumas adalah 275 Km dan jarak Pacitan dengan pusatnya adalah 90 Km.
Rawan Gempa
Dikutip dari website BMKG, disebutkan bahwa Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.
Lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah barat. Jalur pertemuan lempeng berada di laut sehingga apabila terjadi gempabumi besar dengan kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia juga rawan tsunami.

