PROVINSI Jawa Tengah kembali menjadi magnet utama arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan survei nasional, sebanyak 38,71 juta orang diproyeksikan pulang kampung ke wilayah ini.
Data tersebut bersumber dari survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebut lebih dari 40 persen pemudik nasional menjadikan Jateng sebagai destinasi utama.
“Secara nasional, lebih dari 40 persen pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama,” ujarnya.
Secara internal, Dinas Perhubungan Jateng memperkirakan sekitar 17,7 juta orang akan melintas dan masuk wilayah provinsi tersebut selama periode mudik dan balik Lebaran.
Posko Mudik Beroperasi H-8 hingga H+7
Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoperasikan posko terpadu Idulfitri mulai H-8 atau 13 Maret hingga H+7, yakni 30 Maret 2026.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14 dan 17 Maret 2026. Pada periode tersebut, pengawasan di jalur-jalur rawan kepadatan arus mudik akan diperketat.
Pemantauan dilakukan melalui sistem CCTV yang terpasang di berbagai titik strategis, antara lain:
- Pasar Gombong
- Simpang Ketanggungan
- Simpang Lingkar Bumiayu
- Simpang Wangon
- Simpang Buntu
- Simpang Bawen
- Exit Tol Prambanan
- Kawasan wisata Bandungan
- Simpang Dieng
- Bayeman–Purbalingga
Selain memantau arus lalu lintas, perangkat pengindera jarak jauh juga digunakan untuk memonitor kondisi cuaca. Curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah menjadi perhatian khusus dalam pengaturan lalu lintas.
Akses CCTV daring nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memantau kondisi jalan secara real time sebelum melakukan perjalanan.
Infrastruktur Dikebut, Jalan Dipastikan Mantap
Dinas Perhubungan juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk memastikan kemantapan jalan provinsi tetap terjaga selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Perbaikan aspal yang mengalami kerusakan akibat hujan terus dilakukan agar tidak membahayakan pengguna jalan, terutama saat volume kendaraan meningkat signifikan.
Ramp Check Ketat, Kendaraan Tak Laik Dilarang Jalan
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Dishub Jateng memastikan inspeksi kendaraan atau ramp check dilakukan secara ketat terhadap:
- Bus umum
- Armada mudik gratis Pemprov Jateng
- Terminal Tipe B (kewenangan provinsi)
- Terminal Tipe A (kewenangan pusat)
Pemeriksaan dilakukan sehari sebelum keberangkatan. Jika ditemukan kendaraan tidak memenuhi standar kelayakan, armada tersebut tidak diizinkan beroperasi.
“Ramp check dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Kalau berangkat 28 Maret, maka dicek 27 Maret. Jika tidak laik, pasti tidak jalan,” tegas Arief.
Pengawasan juga diperluas ke kawasan wisata dan titik rawan kepadatan yang diperkirakan mengalami lonjakan kunjungan selama libur Lebaran.
Data Nasional Pergerakan Pemudik 2026
Dalam rilis Kementerian Perhubungan, daerah asal pemudik terbesar tahun ini berasal dari:
- Jawa Barat: 30,97 juta orang
- DKI Jakarta: 19,93 juta orang
- Jawa Timur: 17,12 juta orang
Sementara itu, tujuan arus mudik terbesar adalah:
- Jawa Tengah: 38,71 juta orang
- Jawa Timur: 27,29 juta orang
- Jawa Barat: 25,09 juta orang
Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama dengan 76,24 juta pengguna, disusul sepeda motor 24,08 juta orang dan bus 23,34 juta orang. Pengguna mobil mayoritas memilih jalur tol, sedangkan pemudik sepeda motor cenderung melalui jalur alternatif nonutama.
Imbauan: Utamakan Keselamatan Selama Perjalanan
Arief mengimbau masyarakat memprioritaskan keselamatan selama perjalanan mudik. Bagi pengguna angkutan umum, pastikan kendaraan telah melalui ramp check dan dinyatakan laik jalan.
Sementara itu, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diminta memastikan kondisi fisik pengemudi prima dan kendaraan dalam keadaan optimal.
“Siapkan kesehatan, cek kendaraan, dan taati aturan lalu lintas. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.
Dengan persiapan infrastruktur, pengawasan lalu lintas berbasis teknologi, serta inspeksi kendaraan yang ketat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi jutaan pemudik.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

