cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Sumanto Ajarkan Beternak Ayam Kampung, Begini Caranya
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Jateng > Sumanto Ajarkan Beternak Ayam Kampung, Begini Caranya
Jateng

Sumanto Ajarkan Beternak Ayam Kampung, Begini Caranya

M Yatin
Last updated: 3 Maret 2026 20:59
M Yatin
Published: 3 Maret 2026
Share
Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto dalam sebuah acara. (dokpri)
SHARE

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan beternak ayam kampung secara sederhana. Bahkan, beternak ayam kampung bisa sebagai sumber pendapatan tambahan yang menjanjikan.

Dia mengungkapkan, beternak ayam kampung relatif mudah dan tidak membutuhkan modal besar. Di sisi lain, permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung cenderung stabil. Bahkan, bisa meningkat karena dianggap lebih sehat dan memiliki cita rasa khas dibandingkan ayam ras.

“Peternakan berdaya dapat dimulai dari skala kecil dengan memelihara sepuluh ayam kampung betina dan satu ayam kampung jantan. Ini modalnya kecil dan tidak muluk-muluk, tapi hasilnya menjanjikan,” ujarnya saat menggelar Sosialisasi di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Dia mengatakan, beternak ayam kampung tidak harus langsung dalam jumlah besar. Yang penting, lanjutnya, konsisten dalam perawatan, menjaga kebersihan kandang, serta memperhatikan kesehatan ayam. Ayam kampung sendiri memiliki keunggulan daya tahan tinggi terhadap penyakit, pertumbuhannya cepat, produksi telur tinggi mencapai 60 hingga 100 butir per tahun, dagingnya gurih dan disukai pasar lokal, serta cocok untuk usaha skala kecil dan menengah.

Sementara itu, pencegahan dari penyakit juga relatif mudah. Yaitu dengan memberikan ramuan Kunyit, Temulawak, Jahe (Kuteja), menghindari kandang lembap, membuat ventilasi udara, karantina ayam baru minimal 7 hari, serta menjaga kebersihan kandang.

Sumanto Ungkap terkait Pemanfaatan Racikan Limbah Dapur

Ketua DPRD Jateng itu mengatakan, pakan ayam juga bisa memanfaatkan racikan limbah dapur yang direbus. Setelah pakan racikan diberikan secara rutin pada ayam kampung petelur, berpotensi menghasilkan telur dengan kandungan omega 3 yang lebih tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan dan nutrisi otak. Hal tersebut ditandai dengan kualitas kuning telur yang lebih padat dan elastis, sehingga tidak mudah pecah saat dicubit sebagai indikator meningkatnya kandungan omega 3.

Baca Juga  Anak Tenggelam di Muara Sungai Luk Ulo Petanahan Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pencarian di Hari Ketiga

Sumanto menambahkan, metode tersebut mampu meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

“Usaha ternak ayam kampung ini jika ditekuni dan berhasil bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan begitu, bisa menabung dan penghasilannya tak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Sumanto.

Dia mencontohkan, seekor Ayam Jawa bisa menghasilkan 60 butir telur dalam setahun. Sedangkan ayam persilangan bisa bertelur hingga 300 butir setahun. Jika warga memelihara 10 ekor ayam, hasilnya sudah bisa dihitung. “Ini usaha yang potensial. Keuntungannya berlipat-lipat asal tahu caranya. Banyak peternak ayam yang keuntungannya tembus puluhan juta sebulan,” katanya.

Ini Vonis di Tingkat Kasasi dalam Perkara Penipuan dengan Terdakwa Anggota DPRD Kebumen Nonaktif
Sumanto: Kerusakan Lingkungan Semakin Nyata
Ini Pelaksanaan Ganjil Genap di Ruas Tol Semarang-Batang
Sumanto Gerakkan Warga Tanam Pohon di Lereng Gunung Lawu
Cokorun: Lomba Lari Tanpa Alas Kaki di Slawi, Besok Malam
TAGGED:sumantoternak ayam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan