Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan aksi bagi-bagi raio gratis di lingkungan pasar dan sejumlah titik di Banjarnegara. Radio tersebut dibagikan pada para tukang becak, supir angkot, kusir dokar, dan pekerja informal lainnya.
Program ini menyasar masyarakat yang sehari-hari bekerja di ruang publik. Pembagian radio gratis dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara di sejumlah titik keramaian pada Kamis (5/3/2026). Lokasi yang menjadi sasaran di antaranya Pasar Induk Banjarnegara, area terminal, serta beberapa titik pinggir jalan yang biasa menjadi tempat berkumpulnya para pekerja informal.
Komisioner KPI, I Made Sunarsa, mengatakan program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang masih mengandalkan radio sebagai sumber informasi sekaligus hiburan.
“Kami membagikan lebih dari 100 radio kepada masyarakat, terutama pekerja seperti tukang becak, sopir angkot, tukang cukur, pedagang, dan pekerja informal lain yang sebagian belum memiliki ponsel pintar,” ujarnya.
Radio Dinilai Lebih Hemat dan Minim Hoaks
Menurut Made, radio masih memiliki peran penting meskipun saat ini masyarakat semakin akrab dengan teknologi digital.
Radio dinilai lebih mudah digunakan serta tidak membutuhkan kuota internet. Hal ini membuatnya tetap relevan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses perangkat digital.
Selain itu, informasi yang disiarkan melalui radio biasanya telah melalui proses penyuntingan dan verifikasi sebelum dipublikasikan.
“Radio berbeda dengan informasi yang beredar bebas di media sosial. Siarannya melalui proses penyaringan sehingga lebih terpercaya dan relatif minim hoaks,” katanya.
Program pembagian radio gratis ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Radio Akademi yang digelar KPI di Banjarnegara. Kegiatan tersebut melibatkan para pengelola radio dari berbagai daerah.
Peserta yang hadir berasal dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah, di antaranya Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, hingga Kebumen.
“Kami juga ingin mendorong pengelola radio agar terus menghadirkan program siaran yang kreatif dan menarik bagi masyarakat,” katanya.
Radio Gratis untuk Teman Kerja Saat Menunggu Penumpang
Program radio gratis ini mendapat sambutan positif dari para penerima. Birin, seorang kusir dokar di Banjarnegara, mengaku senang mendapatkan radio yang bisa menemaninya saat bekerja.
Menurutnya, radio dapat menjadi hiburan sekaligus sumber informasi ketika sedang menunggu penumpang di pangkalan.
“Senang sekali dapat radio. Biasanya saya suka mendengarkan musik dan berita sambil menunggu penumpang,” katanya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Ia menilai radio masih menjadi media yang efektif untuk menyampaikan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat luas.
“Semoga radio ini bisa memberikan manfaat, bukan hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai sumber informasi dan edukasi bagi masyarakat,” ujarnya.

