Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya poster seruan aksi dari sejumlah warga Desa Purwasaba yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Purwasaba Bersatu (MPPB).
​Dalam poster tersebut, massa menyatakan mosi tidak percaya dan menuntut Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, untuk segera menanggalkan jabatannya.
​Aksi ini rencananya akan dipusatkan di Kantor Kepala Desa Purwasaba pada Selasa, 17 Maret 2026, pukul 15.30 WIB.
​Tuntut Mundur Secara Terhormat
​Koordinator MPPB, Isworo, mengonfirmasi kebenaran rencana aksi tersebut. Ia menyatakan bahwa gerakan ini didasari oleh adanya dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh sang kepala desa.
​”Kami sudah pegang bukti-bukti adanya penyalahgunaan kewenangan kepala desa,” tegas Isworo saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).
​Menurut Isworo, poster yang beredar tidak hanya sekadar ajakan berkumpul, tetapi juga memuat poin-poin dugaan pelanggaran. Pihaknya mendesak Hoho Alkaf untuk mundur secara terhormat dan memberikan jawaban terbuka atas keresahan masyarakat.
​Siapkan 5.000 Kotak Nasi untuk Buka Bersama
​Menariknya, aksi unjuk rasa ini akan ditutup dengan kegiatan religi dan sosial. Panitia penyelenggara telah menyiapkan logistik dalam jumlah besar untuk warga yang hadir.
​”Aksi tersebut rencananya akan dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama warga Desa Purwasaba. Panitia menyiapkan sekitar 5.000 boks nasi kotak dan 5.000 paket takjil,” tambah Isworo.
​Respon Kades Hoho Alkaf
​Menanggapi gelombang tuntutan tersebut, Kades Hoho Alkaf tampak santai. Pria yang dikenal memiliki tato di sekujur tubuhnya ini menilai gerakan tersebut tidak mewakili suara mayoritas warga Purwasaba.
​”Itu hanya segelintir orang, bukan keinginan masyarakat,” ujar Hoho singkat saat dikonfirmasi.
​Hingga saat ini, situasi di Desa Purwasaba dilaporkan masih kondusif, namun aparat diprediksi akan melakukan pengamanan ketat menjelang hari pelaksanaan aksi pada 17 Maret mendatang.






