cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Menguak Jejak Tokoh Besar, Historia Perwira Dorong Purbalingga Jadi Kota Inspiratif
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Menguak Jejak Tokoh Besar, Historia Perwira Dorong Purbalingga Jadi Kota Inspiratif
Banyumas Raya

Menguak Jejak Tokoh Besar, Historia Perwira Dorong Purbalingga Jadi Kota Inspiratif

N Harstanto
Last updated: 2 Mei 2026 00:18
N Harstanto
Published: 2 Mei 2026
Share
Komunitas Historia Perwira menggelar diskusi bertajuk “Purbalingga, Tempat Lahir Para Perwira” di Kedai Pojok, Taman Kota Usman Janatin, Jumat (1/5/2026).
SHARE

Komunitas Historia Perwira menggelar diskusi bertajuk “Purbalingga, Tempat Lahir Para Perwira” di Kedai Pojok, Taman Kota Usman Janatin, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan pemerhati sejarah, budayawan, penulis, hingga aktivis lintas sektor, dan berlangsung hangat dengan antusiasme peserta yang tinggi.

 

Founder Historia Perwira, Gunanto Eko Saputro, menyampaikan bahwa diskusi ini bertujuan mengangkat kembali tokoh-tokoh besar yang lahir di Purbalingga agar lebih dikenal publik.

“Kami ingin mengangkat tokoh-tokoh besar di berbagai bidang yang ternyata lahir di Purbalingga, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

 

Dalam pemaparannya, Gunanto menyoroti sejumlah tokoh nasional dari Purbalingga, di antaranya Jenderal Besar Soedirman, pahlawan nasional yang lahir di Bantarbarang, Kecamatan Rembang, pada 24 Januari 1916.

 

Ia juga menyebut sosok R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang merupakan kakek Presiden RI Prabowo Subianto.

“R.M. Margono Djojohadikusumo lahir di Bodas Karangjati, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Beliau pendiri BNI tahun 1946 dan pernah menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara pada era Soekarno–Hatta,” jelasnya.

 

Tokoh lain yang turut diangkat adalah Mayor Jenderal Sungkono, komandan tempur dalam peristiwa Battle of Surabaya, serta Prof. Soegarda Poerbakawatja, tokoh pendidikan asal Desa Prigi, Padamara.

“Prof. Soegarda dikenal sebagai ‘tukang mbangun universitas’. Beliau mendirikan Universitas Syiah Kuala di Aceh hingga Universitas Cenderawasih di Papua dan menjadi rektor pertamanya,” imbuh Gunanto.

 

Selain itu, diskusi juga menyoroti pelukis kelas dunia Mas Pirngadie asal Karangmoncol, yang karyanya masih dipajang di Museum Nasional Indonesia, serta dokter keturunan Tionghoa Gan Koen Han yang berjasa dalam Perang Kemerdekaan.

“Dokter Gan Koen Han membuat penisilin untuk membantu tentara republik dalam mencegah dan mengobati infeksi,” tambahnya.

Baca Juga  Cerita Heroik dari Banjarnegara: KDS Bara Plus, 'Rumah Sepi' Bagi Penyintas ODHIV Berjuang Melawan Stigma

 

Gunanto berharap, pengenalan tokoh-tokoh tersebut dapat memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat.

“Purbalingga seharusnya dikenal melalui sosok-sosok inspiratif ini. Semoga menjadi teladan dan dorongan bagi generasi sekarang untuk berkarya,” pungkasnya.

 

Budayawan Agus Sukoco menambahkan, kawasan lereng Mount Slamet termasuk Purbalingga memiliki karakter sosial budaya yang cenderung otentik dalam lintasan sejarah.

“Wilayah kita menjadi pelintasan antara kekuasaan barat dan timur, namun tetap menjaga keotentikan budaya. Bahkan, penelitian menunjukkan kawasan ini memiliki akar sejarah yang lebih tua, sehingga wajar melahirkan banyak tokoh besar,” ungkapnya.

 

Salah satu peserta, Achmad Sirojudin, menilai tokoh-tokoh lintas bidang tersebut dapat menjadi referensi pembangunan daerah berbasis pendekatan modern.

“Tokoh-tokoh ini multidisiplin militer, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga seni. Jika dirumuskan dengan pendekatan artificial intelligence, bisa menjadi blueprint pembangunan daerah,” ujarnya.

 

Sementara itu, peserta lainnya, Afit Susanto, mendorong agar hasil diskusi tidak berhenti pada forum semata.

“Saya mengajak agar diskusi ini ditindaklanjuti menjadi kajian yang dapat memberikan masukan bagi kebijakan pembangunan Purbalingga ke depan,” katanya.

 

Diskusi berlangsung ‘gayeng’ dan diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, petani, hingga masyarakat umum, yang menunjukkan tingginya minat terhadap sejarah dan jati diri daerah.

 

Polres Purbalingga Gelar Operasi Keselamatan Candi, Catat Jadwal dan Sasarannya
DPRD Purbalingga Tegas Tolak Pemecatan PPPK, Dorong Solusi Lewat Peningkatan PAD
Cuma 5 Ribu! Sensasi Jogging Kalcer di Stadion Kemutug Lor Baturraden dengan View Megah Gunung Slamet
Fokus Pembinaan dan pengembangan Karir Pemain, Perwira Timur FA dipastikan Absen di Piala Soeratin 2026
4 Wisata Banyumas Populer via Stasiun Purwokerto naik Trans Banyumas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan