Kabupaten Banjarnegara sukses mencatatkan sejarah baru dalam peringatan Hari Jadi ke-455. Sebanyak 45.500 gelas dawet ayu diminum secara serentak, yang secara resmi mengantarkan daerah ini memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Kamis (26/2).
Aksi kolosal ini digelar bertepatan dengan momen berbuka puasa di bulan Ramadan. Ribuan warga memadati Alun-alun Banjarnegara, sementara partisipasi massa juga berlangsung serentak di 20 kecamatan melalui sambungan daring.
Lampaui Target Hingga Empat Kali Lipat
Kepala MURI Semarang, Ari Andriani, menegaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya tercatat sebagai rekor nasional, melainkan dikukuhkan sebagai rekor dunia.
Ari menjelaskan bahwa rekor sebelumnya hanya mencatatkan 11.999 gelas dawet ayu. Untuk memecahkan rekor tersebut, Banjarnegara semula hanya diwajibkan melampaui angka minimal 10 persen dari rekor lama. Namun, realisasi di lapangan justru melonjak tajam.
”Antusiasme masyarakat Banjarnegara luar biasa. Bukan hanya lebih dari 10 persen, tetapi hampir empat kali lipat dari rekor sebelumnya,” ujar Ari.
Dawet Ayu Sebagai Simbol Identitas
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat. Ia berharap momentum ini menjadi pemantik semangat untuk mencintai produk lokal agar mampu bersaing di kancah global.
”Sebagai ikon Banjarnegara, Dawet Ayu tidak hanya dicintai masyarakat lokal, tetapi juga bisa mendunia,” kata Amalia.
Amalia juga menekankan bahwa usia 455 tahun merupakan pijakan penting untuk membangun masa depan Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera dengan tetap menjaga kelestarian alam.

