cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Peringatan Hari Jadi ke-455, Dawet Ayu Jadi Ikon Utama Logo Banjarnegara
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Peringatan Hari Jadi ke-455, Dawet Ayu Jadi Ikon Utama Logo Banjarnegara
Banyumas Raya

Peringatan Hari Jadi ke-455, Dawet Ayu Jadi Ikon Utama Logo Banjarnegara

Heri Cahyono
Last updated: 22 Februari 2026 23:58
Heri Cahyono
Published: 23 Februari 2026
Share
Dawet ayu logo hari jadi banjarnegara ke 455
Logo hari jadi Banjarnegara yang ternyata rombong dawet ayu. (foto: Disbudpar Banjarnegara)
SHARE

Ada yang unik pada peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara tahun 2026 ini. Pemerintah Kabupaten setempat resmi meluncurkan logo identitas visual yang menjadikan kuliner legendaris, Dawet Ayu, sebagai simbol utama perjalanan sejarah daerah tersebut.

Contents
  • ​Makna Filosofis Warna
  • ​Panduan Penggunaan

​Logo dengan tema “Berkah, Maju, dan Sejahtera” ini tampil lebih modern namun tetap kental dengan unsur lokal. Jika dilihat sekilas, logo tersebut membentuk angka “455”, namun susunannya secara cerdas dirancang menyerupai rombong atau keranjang pikulan dawet ayu yang sudah mendunia.

​Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman S.Sos, mengungkapkan bahwa pemilihan ikon ini bukan tanpa alasan. Dawet ayu dianggap sebagai representasi paling kuat dari ekonomi kerakyatan dan kesederhanaan masyarakat Banjarnegara.

​”Logo ini adalah representasi perjalanan sejarah dari tahun 1571 hingga 2026. Angka 455 yang membentuk keranjang dawet melambangkan bahwa kekuatan utama Banjarnegara ada pada ekonomi kerakyatan, kebersamaan, dan kesederhanaan,” ujar Tursiman, Jumat (20/2/2026).

 

​Makna Filosofis Warna

​Berbeda dengan desain tahun-tahun sebelumnya yang cenderung konservatif, logo kali ini bermain dengan gradasi warna yang lebih berani:

​Biru Gradasi: Melambangkan ketenangan dan air sebagai nadi kehidupan pertanian.

​Hijau Cerah: Merepresentasikan butiran cendol, simbol kesuburan alam.

​Oranye Keemasan: Memancarkan optimisme dan energi kreatif warga.

​Magenta: Menandakan suasana sukacita dalam merayakan usia daerah yang hampir setengah milenium.

​Garis-garis dinamis dalam desain juga menegaskan bahwa meski sudah berusia 455 tahun, Banjarnegara tetap adaptif dan progresif mengikuti perkembangan zaman.

 

​Panduan Penggunaan

​Untuk menjaga konsistensi, Pemkab Banjarnegara merilis dua konfigurasi logo, yakni format horizontal untuk keperluan administrasi seperti kop surat, dan format vertikal yang lebih fleksibel untuk media sosial.

Baca Juga  Andhang Pangrenan Purwokerto Jadi Ruang Publik Favorit, Tawarkan Rekreasi Murah hingga Wadah Kreativitas Warga

​”Peringatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan saja. Melalui simbol dawet ayu, pemerintah ingin menegaskan bahwa kekuatan daerah bertumpu pada kearifan lokal,” pungkasnya.

 

Breaking News! Persibangga Ganti Nahkoda di Tengah Jalan, Targetkan Wajib Menang demi Tiket 32 Besar
Percepat Implementasi Perda Trantibumlinmas, Komisi I DPRD Purbalingga Dorong Sinergi dan Peran Aktif Masyarakat
Polres Purbalingga Layani Pemudik di Libur Lebaran dengan Sejumlah Inovasi
Warga Cilacap Wajib Tahu! Lapangan Kemutug Lor Baturraden Jadi Tujuan ‘Away Day’ Paling Indah, Segini Biaya Sewanya
Santri Pondok Pesantren Darul Falah Banjarnegara Hanyut di Sungai Serayu
TAGGED:dawet ayuhari jadi banjarnegara ke 455
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan