Sebuah akses jalan darurat yang membelah tepian Kaliireng di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, kini menjadi perhatian serius pihak otoritas kebencanaan. Meski menjadi tumpuan mobilitas warga pascaputusnya jalur utama, jalan tersebut dinyatakan berada di zona rawan longsor dan tidak direkomendasikan secara teknis.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Aji Piluroso, mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Berdasarkan data BMKG, curah hujan di wilayah tersebut masih sangat tinggi, yang secara langsung meningkatkan risiko pergerakan tanah di jalur darurat tersebut.
“Lokasinya sangat dekat dengan bibir sungai. Saat hujan, potensi longsor dan ambles cukup besar. Pengendara harus ekstra hati-hati,” ujar Aji pada Rabu (15/4/2026).
Menyalahi Rekomendasi Geologi
Aji menjelaskan bahwa jalur yang saat ini dilewati warga sebenarnya tidak memenuhi standar keamanan infrastruktur. Berdasarkan kajian dari Badan Geologi dan akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), pembangunan jalan di area tersebut seharusnya berjarak minimal 50 hingga 100 meter dari bibir sungai.
Kondisi jalan darurat saat ini yang berada persis di tepi sungai membuatnya rentan terhadap abrasi dan ketidakstabilan lereng. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara tengah mengkaji ulang trase jalan Karangkobar–Batur yang sempat putus total.
“Kami sedang mencari titik yang sesuai rekomendasi kajian. Tujuannya jelas, menghadirkan akses yang aman, bukan sekadar bisa dilewati,” tegas Aji.
Inisiatif Warga di Tengah Desakan Kebutuhan
Terlepas dari risikonya, keberadaan jalan ini merupakan buah dari inisiatif mandiri masyarakat. Kepala Desa Ratamba, Juniawan, mengonfirmasi bahwa jalan tersebut dibangun oleh seorang warga di atas lahan pribadinya demi menyambung akses ekonomi yang terputus.
“Ini murni inisiatif warga. Dibuat di tanah miliknya sendiri karena kebutuhan akses yang mendesak,” kata Juniawan.
Namun, ia tetap meminta warganya untuk tetap memprioritaskan keselamatan dan tidak memaksakan melintas saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

