Pemerintah Kabupaten Banyumas terus menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan warga senior di wilayahnya. Melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Pemkab Banyumas menggelar agenda strategis “Gerakan Lansia Sehat” yang dipusatkan di Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto pada Kamis (4/6/2026).
Acara yang berlangsung semarak tersebut diselenggarakan secara khusus dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Banyumas.
Saat membuka rangkaian acara resmi, Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, menggarisbawahi pentingnya momentum HLUN ke-30 ini. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan dan lapisan masyarakat menjadi kunci krusial untuk menciptakan lingkungan Kabupaten Banyumas yang benar-benar ramah lansia.
”Dengan komitmen bersama, kita ingin mewujudkan lingkungan di mana generasi senior dapat menikmati masa tua mereka dengan kondisi yang sehat, mandiri, produktif, serta penuh kebahagiaan,” ujar Wakil Bupati dalam pidato arahannya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Lintarti juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 kepada seluruh warga lansia di Kabupaten Banyumas. Ia menekankan bahwa peringatan tahunan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk penghargaan, penghormatan, dan pengakuan tulus kepada para lanjut usia.
”Mereka telah memberikan kontribusi besar dan fondasi kokoh dalam membangun keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai ini,” tuturnya.
Lansia Sebagai Aset, Bukan Beban
Lebih lanjut, Lintarti memaparkan bahwa Hari Lansia tahun ini mengusung tema nasional yang sangat relevan, yaitu “Lansia Mandiri Indonesia Berdaya”, yang dipadukan secara selaras dengan tema spesifik di bidang kesehatan, yakni “Lansia Sehat Dan Mandiri Untuk Indonesia Berdaya”. Menurutnya, kombinasi tema ini menyuarakan pesan kuat akan pentingnya optimalisasi potensi yang dimiliki oleh kaum lansia.
”Lansia bukanlah beban dalam proses pembangunan daerah. Sebaliknya, mereka adalah aset berharga dan sumber inspirasi abadi yang memiliki kekayaan pengalaman, keteladanan nyata, serta kearifan hidup yang sangat berharga untuk diwariskan kepada generasi penerus,” tegas Lintarti.
Pada momen yang sama, Wabup Lintarti turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas yang dinilai konsisten dalam menggelar berbagai inovasi program layanan kesehatan pro-lansia.
”Mulai dari penguatan posyandu lansia, pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi perilaku hidup sehat, hingga pelaksanaan deteksi dini terhadap berbagai penyakit. Upaya-upaya preventif ini sangat penting untuk memastikan para lansia tetap aktif, mandiri, dan produktif di usia senja,” urainya.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati juga mengetuk hati seluruh keluarga di Kabupaten Banyumas agar senantiasa mencurahkan perhatian tulus, kasih sayang, serta dukungan total kepada orang tua maupun lansia di lingkungan sekitar mereka. Menurutnya, keluarga adalah garda terdepan dan benteng utama dalam menjaga kesehatan serta kesejahteraan lansia. Ketika para lansia merasa dihargai, dicintai, dan dibahagiakan oleh keluarganya, maka kualitas hidup mereka akan semakin baik.
Sinergi Lintas Sektor Demi Kualitas Hidup Lansia
Menyahuti arahan Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, memaparkan bahwa Gerakan Lansia Sehat kali ini mengemban misi besar yang terukur. Fokus utama dari gerakan ini adalah untuk memperkokoh peran tiga pilar utama—yakni keluarga, masyarakat, serta pemerintah—dalam mengawal dan meningkatkan derajat kesehatan para lansia secara komprehensif.
”Kegiatan ini bertujuan nyata untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan peran aktif masyarakat terhadap urusan lansia. Kami ingin mendorong perilaku hidup sehat, memfasilitasi deteksi dini kesehatan, mengubah paradigma lama yang menganggap lansia sebagai beban menjadi sebuah potensi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan lansia,” papar dr. Dani.
Dokter Dani menambahkan, agenda ini melibatkan sekitar 140 peserta yang berasal dari beragam unsur, termasuk para kader posyandu lansia yang menjadi ujung tombak di lapangan serta perwakilan kelompok senam lansia se-Kabupaten. Agar manfaatnya terasa nyata dan optimal, rangkaian acara dikemas dengan berbagai aktivitas produktif yang edukatif. Kegiatan tersebut di antaranya adalah senam sehat lansia bersama, sesi edukasi kesehatan khusus usia lanjut, hingga penyediaan fasilitas pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

