Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara terus berkomitmen meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik masyarakat. Meski saat ini tidak sedang berada dalam tahapan Pemilu maupun Pilkada, KPU Banjarnegara tetap aktif turun ke lapangan untuk memberikan edukasi politik kepada warga di tingkat desa.
Ketua KPU Kabupaten Banjarnegara, M Syarif SW, menyatakan bahwa pendidikan politik merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, pemahaman politik masyarakat tidak boleh hanya dipacu saat mendekati momentum pemungutan suara saja.
”Meskipun tidak sedang dalam tahapan Pemilu atau Pilkada, kami tetap konsisten memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat. Ini penting agar kesadaran politik tidak hanya muncul saat momentum pemilihan saja,” ujar Syarif dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Syarif menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam politik memiliki spektrum yang luas. Partisipasi tidak melulu soal mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ia mendorong warga untuk mengambil peran lebih aktif, misalnya dengan menjadi bagian dari penyelenggara ad hoc di tingkat kecamatan maupun desa.
Selain itu, KPU mengajak masyarakat menjadi jembatan informasi bagi warga lainnya. Peran strategis ini diharapkan mampu meminimalisir disinformasi serta memperluas jangkauan edukasi mengenai tahapan-tahapan demokrasi di masa mendatang.
”Semakin banyak masyarakat yang terlibat, baik itu sebagai penyelenggara, pengawas, maupun penyebar informasi positif, maka kualitas demokrasi kita akan semakin baik,” tambahnya.
Bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjarnegara, program jemput bola ke desa-desa ini diharapkan mampu menekan angka apatisme. KPU Banjarnegara sendiri mematok target ambisius untuk agenda politik mendatang, yakni tingkat partisipasi pemilih di atas 80 persen.
”Ketika masyarakat sudah paham pentingnya suara mereka, mereka tidak akan apatis. Target kami bukan sekadar kehadiran fisik di TPS, melainkan melahirkan pemilih yang cerdas dan kritis dalam menentukan pilihan,” tegas Syarif.
Dalam setiap sosialisasi, anggota KPU hadir langsung sebagai narasumber guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai hak dan kewajiban warga negara. Dengan literasi yang kuat, diharapkan masyarakat Banjarnegara siap mengawal setiap agenda demokrasi dengan lebih matang.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

