cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Mencicipi Golang-Galing, ‘Oliebollen’ Belanda yang Menjelma Jadi Kuliner Khas Banyumas, Begini Kisahnya
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Mencicipi Golang-Galing, ‘Oliebollen’ Belanda yang Menjelma Jadi Kuliner Khas Banyumas, Begini Kisahnya
Banyumas Raya

Mencicipi Golang-Galing, ‘Oliebollen’ Belanda yang Menjelma Jadi Kuliner Khas Banyumas, Begini Kisahnya

Arsya Al Kaisar
Last updated: 3 Februari 2026 22:00
Arsya Al Kaisar
Published: 3 Februari 2026
Share
golang-galing
Kisah Golang-Galing Banyumas yang mirip bahkan adaptasi dari kue Oliebollen khas Belanda. (Foto: Tangkapan layar TikTok @golang.galing.supe)
SHARE

​Jika Belanda memiliki Oliebollen sebagai kudapan khasnya, maka masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, memiliki Golang-Galing. Jajanan pasar satu ini bukan sekadar camilan gorengan biasa, melainkan bukti sejarah adaptasi kuliner kolonial yang masih eksis hingga kini.

Contents
  • ​Jejak Kolonial di Balik Nama Golang-Galing
  • ​Adaptasi Rasa Lidah Banyumasan
  • ​Perbedaan dengan Odading dan Bolang-Baling
  • ​Simbol Perpaduan Budaya

​Makanan sering dijumpai di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Wage, Pasar Manis, hingga area Alun-alun Banyumas. Menggunakan gerobak kaca sederhana, aroma manis-gurih dari adonan tepung yang digoreng ini selalu berhasil menggoda selera para pejalan kaki.

​Jejak Kolonial di Balik Nama Golang-Galing

​Nama “Golang-Galing” sendiri menyimpan cerita unik. Ada dua versi yang dipercaya masyarakat terkait asal-usul penamaannya. Pertama, berasal dari pelafalan lokal masyarakat Banyumas saat mencoba menyebut kata “Oliebollen”.

​Versi kedua menyebutkan bahwa nama ini merujuk pada proses pembuatannya, di mana adonan harus dibolak-balik (diguling-guling) di dalam minyak panas agar matang merata dengan warna keemasan yang sempurna. Di beberapa sudut wilayah Banyumas, kudapan ini juga kerap disapa dengan sebutan Galundeng.

​Adaptasi Rasa Lidah Banyumasan

​Meski berakar dari pengaruh Belanda, Golang-Galing telah mengalami proses “Banyumasan”. Jika Oliebollen asli Belanda sering disajikan dengan isian kismis atau taburan gula halus (powdered sugar), Golang-Galing tampil lebih bersahaja.

​Teksturnya khas: menul-menul, empuk namun tetap padat. Rasanya merupakan perpaduan harmonis antara manis dan gurih. Menariknya, camilan khas Banyumas cenderung memiliki ukuran yang besar dan tekstur yang lebih “mantap” atau sedikit seret, sehingga sangat cocok dinikmati bersama secangkir teh hangat atau kopi di sore hari.

​Perbedaan dengan Odading dan Bolang-Baling

​Sekilas, Golang-Galing memang mirip dengan Odading asal Bandung atau Bolang-Baling dari Semarang. Namun, di Banyumas, kudapan ini memiliki identitas yang kuat.

Baca Juga  Pusat Kuliner Pratisha Harsa, Surga Kuliner Purwokerto untuk Berburu Takjil Ramadan

​Banyak pedagang di Banyumas yang memilih untuk menjadi spesialis Golang-Galing tanpa menjual pendamping lain seperti cakwe atau donat. Hal ini membuat pembeli bisa fokus menyaksikan keahlian tangan penjual dalam mengolah adonan langsung di tempat penggorengan.

​Simbol Perpaduan Budaya

​Lebih dari sekadar jajanan pengganjal perut, makanan ini adalah simbol kreativitas masyarakat lokal dalam menyerap pengaruh asing. Keberadaannya yang tetap stabil di tengah gempuran camilan modern menunjukkan bahwa warisan kuliner ini memiliki tempat spesial di hati masyarakat.

​Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyumas, mencicipi Golang-Galing adalah cara sederhana namun berkesan untuk menyelami sejarah kuliner daerah. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang memuaskan, Golang-Galing tetap menjadi ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu.

​

Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Per 18 April, Ini Rincian Lengkapnya
Divonis 6 Bulan 7 Hari, Tim Advokat ‘Tapol Banyumas’ Nyatakan Pikir-Pikir
PKB Banyumas Gelar Muscab, Fokus pada Penguatan Organisasi dan Isu Sosial
Menyantap Mie Adong di RM Cahaya Mas, Kuliner Andalan Chindo Purwokerto Sejak 1960
Jalur Pejawaran Putus Akibat Longsor, Wisatawan ke Dieng Bisa Lewat Wanayasa hingga Wonosobo
TAGGED:golang-galing
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan