Kondisi sepinya pengunjung di kawasan Purbalingga Food Center (PFC) dikeluhkan para Pedagang Kaki Lima (PKL). Keluhan tersebut viral di media sosial Facebook melalui sebuah video yang memperlihatkan percakapan antarpedagang terkait minimnya pembeli, bahkan saat malam Minggu.
Dalam video tersebut, terdengar seorang pedagang menanyakan kondisi jualan rekannya.
“Kepriwe mba, malam minggu dagangane rame?” tanya salah satu pedagang.
Namun pertanyaan itu dijawab dengan nada lirih oleh pedagang lainnya.
“Alhamdulillah urung, mbok melasi banget, ngesuk esih ngempani bocah, dina-dina koh kaya kie,” ujarnya, menggambarkan kondisi dagangan yang terus sepi dan beban memenuhi kebutuhan keluarga.
Pedagang dalam video juga berharap adanya ketegasan pemerintah daerah terkait penataan PKL di kawasan Alun-alun Purbalingga. Mereka menilai keberadaan pedagang di alun-alun berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung di PFC.
“Harapannya alun-alun steril dari pedagang. Kasihan yang ada di PFC. Dulu PFC sudah berjalan, sekarang sepi karena adanya jualan di alun-alun,” ungkap salah satu suara wanita dalam video tersebut.
Menanggapi viralnya video tersebut, anggota DPRD Kabupaten Purbalingga sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Purbalingga, H. Adi Yuwono, menyayangkan aturan yang dinilai tidak dijalankan secara konsisten.
Ia menegaskan, berdasarkan kebijakan terbaru tahun 2025/2026 yang merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2019, kawasan Alun-alun Purbalingga seharusnya bebas dari aktivitas PKL.
“Kebijakan ini menekankan penataan agar kawasan alun-alun bersih dan tertib, dengan penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP,” katanya.
Adi Yuwono menilai pemerintah daerah harus tegas dalam menjalankan aturan yang sudah disepakati bersama. Menurutnya, proses relokasi pedagang dari alun-alun menuju PFC dahulu bukan perkara mudah dan membutuhkan perjuangan panjang.
“Kami ikut merintis bagaimana susahnya merelokasi pedagang dari alun-alun ke PFC. Itu bukan hal yang gampang. Karena aturan yang tidak dijalankan ini juga berdampak pada sepinya pengunjung di PFC,” pungkasnya.

