cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: BPBD Cilacap Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga di Dua Desa Terdampak Kemarau
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > BPBD Cilacap Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga di Dua Desa Terdampak Kemarau
Cilacap

BPBD Cilacap Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga di Dua Desa Terdampak Kemarau

Tri Aji
Last updated: 13 Juni 2026 10:03
Tri Aji
Published: 13 Juni 2026
Share
BPBD Cilacap Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga di Dua Desa Terdampak Kemarau
BPBD Cilacap saat dropping air bersih di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi. (BPBD).
SHARE

Dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap. Berkurangnya debit sumber air membuat warga di beberapa desa mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Contents
  • Desa Langganan Kekeringan Saat Kemarau
  • BPBD Siaga Hadapi Potensi Kekeringan di 105 Desa
  • Gandeng Perusahaan hingga PMI

Sebagai langkah penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak. Sebanyak 8.000 liter air bersih telah disalurkan ke dua desa yang mengajukan bantuan akibat menurunnya ketersediaan air selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan hingga saat ini sudah ada dua desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah daerah, yakni Desa Kedungbenda di Kecamatan Nusawungu dan Desa Karangkemiri di Kecamatan Jeruklegi.

“Permohonan dari kedua desa sudah kami tindak lanjuti. Untuk Desa Kedungbenda sudah kami kirim sekitar 3.000 liter air bersih, sedangkan hari ini kami menyalurkan satu tangki berkapasitas 5.000 liter ke Desa Karangkemiri,” kata Taryo, Jumat (12/6/2026).

 

Desa Langganan Kekeringan Saat Kemarau

Menurut Taryo, kedua desa tersebut memang termasuk wilayah yang hampir setiap tahun mengalami persoalan kekurangan air bersih ketika musim kemarau tiba.

Di Desa Kedungbenda, warga menghadapi persoalan menurunnya debit air sumur saat hujan tidak turun dalam waktu lama. Kondisi tersebut diperparah dengan kualitas air yang menjadi payau sehingga kurang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau di Kedungbenda, saat kemarau panjang debit air sumur turun dan airnya menjadi payau. Dari sisi kesehatan tentu kurang memenuhi syarat sehingga perlu bantuan air bersih,” ujarnya.

Sementara di Desa Karangkemiri, keterbatasan sumber air juga menjadi persoalan yang terus berulang setiap musim kemarau. Karena itu, bantuan air bersih rutin diberikan guna memenuhi kebutuhan warga.

Baca Juga  Farid Ma'ruf Terpilih Aklamasi Kembali Pimpin PMI Cilacap 2026-2031

Taryo berharap bantuan yang telah disalurkan mampu mencukupi kebutuhan dasar masyarakat hingga kondisi sumber air kembali membaik.

 

BPBD Siaga Hadapi Potensi Kekeringan di 105 Desa

BPBD Cilacap memperkirakan permohonan bantuan air bersih masih akan bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau. Berdasarkan data yang dimiliki BPBD, terdapat sekitar 105 desa dan kelurahan di Kabupaten Cilacap yang berpotensi terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih.

Meski demikian, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tidak seluruh wilayah yang berpotensi terdampak akhirnya mengajukan bantuan.

“Dari sekitar 105 desa dan kelurahan yang berpotensi terdampak, pada tahun 2024 sebelumnya hanya sekitar 45 desa yang mengajukan bantuan air bersih dan semuanya bisa kami layani,” jelas Taryo.

Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih, BPBD telah menyiapkan armada tangki air dan personel di sejumlah wilayah. Empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Majenang, Sidareja, Kroya, dan kantor induk BPBD telah disiagakan guna mempercepat distribusi bantuan.

 

Gandeng Perusahaan hingga PMI

Selain mengandalkan anggaran pemerintah daerah, BPBD juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

“Kami sudah berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan di Cilacap, Baznas, PMI, dan berbagai pihak lainnya. Jika kebutuhan meningkat dan anggaran tidak mencukupi, kami berharap bisa mendapatkan dukungan bersama,” tutur Taryo.

Ia menegaskan BPBD siap merespons setiap permohonan bantuan yang diajukan masyarakat melalui pemerintah desa. Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi.

“Pada prinsipnya, seberapa pun kebutuhan yang ada, kami akan berupaya mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat. Begitu ada permohonan resmi dari desa, kami akan segera menindaklanjuti dan melakukan dropping air ke lokasi,” tegasnya.

Baca Juga  Hidden Gem Karangpucung: Menikmati Kuliner Cilacap dengan Panorama Khas Ubud

BPBD juga mengimbau desa-desa yang berpotensi terdampak kekeringan untuk menyiapkan tempat penampungan air berkapasitas besar agar proses distribusi bantuan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau lebih banyak wilayah.

 

Intip Pesona Wisata Mangrove Demangkarta di Cilacap, Cuma 15 Menit dari Kota!
Stasiun Sidareja: Akses Murah ke Jakarta dan Wisata Pangandaran
Pantai Jetis Jadi Magnet Wisatawan Lebaran, Polisi Pastikan Keamanan Terjaga
Satresnarkoba Polresta Cilacap Sikat 2 Jaringan Obat Terlarang, 3 Pengedar Diamankan
Pemudik Kendaraan Listrik Tak Perlu Khawatir, Ini Lokasi SPKLU Ultra Fast di Cilacap dan Kebumen
TAGGED:bpbd cilacapkemarau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan