Presiden RI Prabowo Subianto turun langsung meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus melihat hasil revitalisasi fasilitas pendidikan di SMA Negeri 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026). Kunjungan ini turut didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program prioritas di bidang pendidikan dan pemenuhan gizi berjalan sesuai harapan. Prabowo tampak berinteraksi dengan para siswa untuk mendengar langsung pengalaman mereka terkait program MBG.
Dari dialog tersebut, respons yang muncul cenderung positif. Para siswa mengaku merasakan manfaat nyata dari program makan bergizi yang kini rutin mereka terima. Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, program itu juga dinilai meringankan beban pengeluaran harian keluarga.
“Anak-anak menyampaikan langsung bahwa mereka menyukai program ini. Mereka merasa sangat terbantu, terutama dalam mengurangi pengeluaran sehari-hari,” ujarnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi pelajar sekaligus mendukung proses belajar yang lebih optimal di sekolah.
Pendidikan Jadi Kunci, Pemerintah Siapkan Generasi Masa Depan
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi fokus utama pemerintah dalam membangun masa depan bangsa. Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul.
“Saya melihat semangat dari semua pihak. Kita akan terus melakukan perbaikan. Sekolah sangat penting, pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa,” tegasnya.
Prabowo juga memastikan bahwa investasi di bidang pendidikan akan terus diperkuat agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan terbaik.
Revitalisasi Sekolah Diperkuat, Fasilitas Belajar Makin Memadai
Selain meninjau program MBG, Prabowo juga melihat langsung hasil revitalisasi SMA Negeri 1 Cilacap. Pemerintah pusat sebelumnya mengucurkan bantuan sebesar Rp 1,053 miliar pada 2025 untuk memperbaiki sarana pendidikan di sekolah tersebut.
Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas serta membangun tiga unit fasilitas toilet. Kini, seluruh hasil revitalisasi sudah dapat dimanfaatkan oleh 1.274 siswa dan 98 tenaga pengajar.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik. Ke depan, dukungan akan terus diperluas, termasuk peningkatan fasilitas belajar.
“Beliau juga berkomitmen menambah pembangunan dan perbaikan sekolah ke depan,” kata Luthfi.
Tak hanya itu, bantuan transformasi digital juga diberikan berupa papan interaktif, laptop, hingga perangkat penyimpanan data. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pembelajaran berbasis teknologi.
Cakupan MBG di Cilacap Terus Meluas
Data menunjukkan, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Cilacap terus berkembang. Saat ini terdapat 303 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 178 unit sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.
Program ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai 8.667 orang, di mana sebagian besar telah terdaftar sebagai peserta BPJS.
Untuk penerima manfaat, jumlahnya mencapai 485.083 orang. Dari total tersebut, 402.424 merupakan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Secara keseluruhan di Jawa Tengah, program MBG telah menyasar lebih dari 9 juta penerima manfaat, mencakup siswa, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Melalui kunjungan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan sekaligus memastikan pemenuhan gizi generasi muda sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

