cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Tasyakuran Bernuansa Jawa, Ratusan Siswa SMP Sultan Agung Kawunganten Pilih Berbagi Seragam
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Tasyakuran Bernuansa Jawa, Ratusan Siswa SMP Sultan Agung Kawunganten Pilih Berbagi Seragam
Cilacap

Tasyakuran Bernuansa Jawa, Ratusan Siswa SMP Sultan Agung Kawunganten Pilih Berbagi Seragam

Tri Aji
Last updated: 7 Juni 2026 10:04
Tri Aji
Published: 7 Juni 2026
Share
Kirab budaya siswa SMP Sultan Agung Rayakan pakai pakaian adat Jawa seperti kebaya dan blangkon saat tasyakuran kelulusan. (Tri Aji).
Kirab budaya siswa SMP Sultan Agung Rayakan pakai pakaian adat Jawa seperti kebaya dan blangkon saat tasyakuran kelulusan. (Tri Aji).
SHARE

Suasana berbeda mewarnai tasyakuran kelulusan siswa kelas IX SMP Sultan Agung Kawunganten, Kabupaten Cilacap. Di tengah maraknya perayaan kelulusan yang identik dengan corat-coret seragam dan konvoi kendaraan, sekolah ini justru menggelar prosesi bernuansa budaya Jawa yang dipadukan dengan aksi sosial berbagi seragam kepada adik kelas.

Contents
  • Seragam Tak Dicorat-coret, Disumbangkan untuk Adik Kelas
  • Jadi Kenangan dan Manfaat bagi Adik Kelas

Nuansa tradisional langsung terasa sejak awal acara. Para guru tampil mengenakan beskap dan kebaya, sementara para siswa mengenakan pakaian adat Jawa seperti kebaya dan blangkon. Prosesi kelulusan juga dimeriahkan dengan kirab budaya, cucuk lampah, hingga panyandra berbahasa Jawa yang menambah kesan sakral dan khidmat.

Kepala SMP Sultan Agung Kawunganten, Gerismanto, S.Pd, mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus pendidikan karakter bagi siswa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa SMP Sultan Agung benar-benar menjunjung tinggi budaya Jawa. Seluruh rangkaian acara dikonsep secara Jawa penuh, mulai dari kirab, cucuk lampah, hingga panyandra berbahasa Jawa,” kata Gerismanto usai tasyakuran kelulusan, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi sekolah yang mengedepankan nilai nasionalis, religius, mandiri, dan berprestasi tanpa meninggalkan kearifan lokal.

 

Seragam Tak Dicorat-coret, Disumbangkan untuk Adik Kelas

Siswa SMP Sultan Agung Kawunganten yang lulus donasikan seragam kepada adik kelas. (Tri Aji).
Siswa SMP Sultan Agung Kawunganten yang lulus donasikan seragam kepada adik kelas. (Tri Aji).

Tak hanya menghadirkan suasana budaya yang kental, perayaan kelulusan tahun ini juga diisi dengan aksi sosial. Sebanyak 133 siswa kelas IX yang dinyatakan lulus menyerahkan seragam sekolah dan perlengkapan belajar yang masih layak pakai kepada siswa kelas VII dan VIII.

Gerismanto mengungkapkan pihak sekolah sengaja mengarahkan siswa untuk merayakan kelulusan dengan cara yang lebih bermanfaat.

“Biasanya aksi merayakan kelulusan itu identik dengan corat-coret atau konvoi kendaraan. Alhamdulillah tahun ini anak-anak kami imbau untuk menunjukkan kepedulian dengan mendonasikan pakaian bekas mereka kepada adik-adik kelas. Responsnya sangat baik dan orang tua juga mendukung penuh,” ujarnya.

Baca Juga  Waket DPRD Sindy Dorong Tarik Investor ke Cilacap di Tengah Tekanan Fiskal

Selain seragam sekolah, sejumlah siswa juga menyumbangkan sepatu yang masih layak digunakan. Nantinya, bantuan tersebut akan disalurkan kepada siswa yang membutuhkan.

Salah satu lulusan, Wulan Karomah, mengaku memilih menyumbangkan seragam dan sepatunya karena masih dalam kondisi baik.

“Karena kami sudah lulus, pakaian-pakaian ini sayang kalau tidak dipakai lagi. Jadi kami bermusyawarah untuk memberikan kepada adik-adik kelas VII dan VIII,” katanya.

Menurut Wulan, tradisi corat-coret seragam tidak perlu dipertahankan. “Daripada dicorat-coret, lebih baik disumbangkan. Itu lebih berguna dan bukan budaya yang harus diteruskan,” tambahnya.

 

Jadi Kenangan dan Manfaat bagi Adik Kelas

Prosesi wisuda Siswa SMP Sultan Agung Kawunganten dengan nuansa pakaian adat jawa. (Tri Aji).
Prosesi wisuda Siswa SMP Sultan Agung Kawunganten dengan nuansa pakaian adat jawa. (Tri Aji).

Bantuan seragam tersebut disambut antusias oleh para siswa penerima. Salah satunya Dhea Nathasya, siswi kelas VIII, yang mengaku senang mendapatkan seragam peninggalan kakak kelasnya.

“Saya dapat baju batik identitas dan batik perpisahan. Senang, meski ada sedihnya juga karena kakak-kakak kelas sudah lulus. Seragam ini akan menjadi kenangan bagi kami,” ujarnya.

Menurut Dhea, seluruh pakaian yang disumbangkan masih dalam kondisi baik sehingga bisa dimanfaatkan kembali.

“Masih bagus dan layak dipakai. Jadi bisa berguna dan bermanfaat untuk adik kelas berikutnya,” katanya.

Tahun ini SMP Sultan Agung Kawunganten meluluskan seluruh siswa kelas IX sebanyak 133 orang atau 100 persen. Dengan total 432 siswa, sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah swasta dengan jumlah peserta didik terbanyak di wilayah Kawunganten.

Melalui perpaduan antara pelestarian budaya Jawa dan aksi berbagi kepada sesama, tasyakuran kelulusan di SMP Sultan Agung Kawunganten menjadi bukti bahwa perayaan kelulusan dapat berlangsung meriah, bermakna, sekaligus memberi manfaat bagi banyak orang.

 

Bawa Sarung Isi Batu, Dua Remaja di Cilacap Diciduk Polisi Jelang Sahur
Kabar Baik untuk Warga Cilacap, RSUD Berpeluang Terima Dana Pusat Rp 100 Miliar
Kulineran Bakso Gepeng di Jl. Pemintalan Cilacap, Sensasi Bakso Urat Bertekstur dan Iga Lembut yang Bikin Nagih
Lebaran Sekaligus HUT ke-170, Cilacap Diajak Melangkah ke Masa Depan Lebih Baik
Sentra Tas Nusawungu Cilacap: Legenda Industri Kreatif Sejak 1992 yang Tak Pernah Padam
TAGGED:smp sultan agung kawunganten
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan