Kabupaten Cilacap tidak hanya dikenal dengan industri pengolah minyaknya, namun juga memiliki permata ekonomi kerakyatan yang tetap bersinar selama lebih dari tiga dekade.
Sentra Tas Nusawungu, yang terletak di ujung timur Kabupaten Cilacap, hingga kini masih menjadi pusat produksi tas terbesar di wilayah tersebut. Hebatnya, eksistensi industri rumahan ini telah terjaga sejak tahun 1992 dan terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Kawasan ini bukan sekadar tempat produksi, melainkan penggerak utama ekonomi lokal yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dari warga sekitar.
Sentra Tas Nusawungu Cilacap: Dari Pasar Tradisional hingga ke Pasar Online
Perjalanan Sentra Tas Nusawungu di Cilacap dimulai pada awal 1990-an. Saat itu, para perajin lokal fokus memproduksi tas sekolah dan tas kerja sederhana untuk memenuhi permintaan pasar tradisional.
Kini, puluhan unit usaha telah menjamur di beberapa desa di Kecamatan Nusawungu. Setiap unit usaha mempekerjakan tenaga kerja lokal, mulai dari bagian pemotongan bahan, penjahit, hingga tenaga finishing. Produk mereka kini tak hanya nangkring di pasar lokal, tapi sudah melanglang buana ke kota-kota besar di Indonesia melalui jalur grosir maupun platform e-commerce.
Produk Variatif: Harga Mulai Rp20 Ribu
Salah satu keunggulan sentra di Cilacap ini adalah ragam produknya yang sangat lengkap. Konsumen bisa menemukan berbagai jenis tas, antara lain:
Tas Anak: Desain karakter lucu dengan warna menarik.
Tas Ransel: Untuk kebutuhan sekolah dan kuliah.
Tas Kantor: Model formal dan elegan untuk pekerja.
Kustom Koper: Layanan khusus sesuai permintaan pelanggan.
Aksesori: Dompet, topi, hingga sabuk.
Harga yang ditawarkan pun sangat kompetitif, yakni berkisar antara Rp20.000 hingga Rp200.000, tergantung pada tingkat kesulitan desain dan material yang digunakan. Pembeli dibebaskan memilih skema pembelian, baik secara eceran, grosir, maupun kulakan untuk dijual kembali.
Intip Langsung Proses Produksi di Villatas Jaya
Beberapa produsen besar di Nusawungu, seperti Villatas Jaya, bahkan menerapkan konsep keterbukaan. Pengunjung atau calon pembeli diperbolehkan melihat langsung proses pengerjaan tas di rumah produksi.
Hal ini dilakukan agar konsumen bisa memastikan sendiri kualitas jahitan dan detail produk yang mereka beli. Inovasi ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan atau pelaku bisnis yang ingin bekerja sama.
Strategi Hadapi Tantangan Zaman
Meski sudah berusia 34 tahun, tantangan tetap ada. Fluktuasi harga bahan baku dan serbuan produk impor menjadi makanan sehari-hari para perajin. Namun, mereka tidak tinggal diam.
“Strategi kami adalah meningkatkan kualitas, inovasi desain yang cepat berganti, dan mulai serius masuk ke marketplace serta media sosial,” ujar salah satu pelaku usaha di sentra tersebut.
Keberhasilan Sentra Tas Nusawungu membuktikan bahwa industri berbasis komunitas yang dikelola dengan adaptif mampu menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

