Agus Priyanggodo resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Banyumas sisa masa jabatan 2024-2029. Usai dilantik, ia menegaskan komitmennya untuk langsung “tancap gas” memperbaiki citra lembaga legislatif di mata masyarakat.
Agus menekankan bahwa fokus utamanya adalah memperkuat sinergi lintas sektoral guna mengembalikan marwah dewan sebagai wakil rakyat yang kredibel.
”Dengan komunikasi yang baik, insya Allah beban berat ini akan menjadi ringan. Harapannya, hubungan antara eksekutif, legislatif, dan Muspida bisa semakin sinergis,” ujar Agus usai acara pelantikan, Selasa (03/02/2026).
Runtuhkan Sekat Birokrasi
Menurut Agus, kunci utama untuk mempercepat pengambilan kebijakan yang berpihak pada rakyat adalah komunikasi yang cair. Ia ingin meruntuhkan sekat-sekat birokrasi yang selama ini dianggap kaku.
Visi besar yang diusungnya adalah menjadikan DPRD Banyumas sebagai lembaga yang transparan dan komunikatif. Ia berharap ke depannya DPRD tidak hanya menjadi gedung formal, tetapi menjadi rumah aspirasi yang benar-benar dipercaya publik.
Agus Priyanggodo Bakal Benahi Internal dan Larangan Rangkap Jabatan
Selain fokus pada hubungan eksternal, Agus dihadapkan pada agenda mendesak di internal dewan, yakni restrukturisasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
Hal ini menjadi sorotan karena adanya aturan tata tertib yang melarang anggota dewan memegang jabatan ganda. Diketahui, saat ini Agus Priyanggodo sendiri masih tercatat menjabat sebagai Ketua Komisi II dan anggota Badan Kehormatan.
”Dalam tata tertib tidak boleh ada rangkap jabatan. Karena itu, kita akan lakukan penyesuaian agar kinerja dewan tetap optimal dan sesuai aturan,” tegasnya.
Penyesuaian posisi di AKD ini nantinya akan dilakukan melalui mekanisme konstitusional, yakni pemilihan internal dan disahkan dalam rapat paripurna.
Bukan Penguasa Tunggal
Agus Priyanggodo menjamin bahwa gaya kepemimpinannya akan bersifat kolektif-kolegial. Ia menegaskan posisinya bukan sebagai penguasa tunggal di parlemen, melainkan sebagai koordinator yang mengedepankan musyawarah.
”Kewajiban kami adalah menampung seluruh pikiran dan aspirasi. Saya hanya sebagai koordinator, sehingga semua keputusan akan ditempuh melalui musyawarah bersama pimpinan dewan,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, ia berpesan kepada seluruh anggota dewan untuk terus menjaga kedekatan dengan konstituen di daerah pemilihan masing-masing. Menurutnya, legitimasi rakyat adalah modal utama yang harus dijaga dengan kerja nyata.

