Peristiwa duka terjadi di Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. Seorang bocah berusia 9 tahun, Bilal Rafaeyza Abqory, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di saluran irigasi di Dusun Bulusari, Desa Bulusari, Senin (22/6/2026) malam.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang usai bermain dan berenang di aliran irigasi bersama sejumlah temannya. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam oleh warga dan tim gabungan, Bilal akhirnya ditemukan di area pintu air dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu korban bersama tiga temannya bermain dan berenang di aliran irigasi atau yang dikenal warga sebagai sier.
Menurut informasi yang dihimpun, aktivitas berenang berlangsung hingga sekitar pukul 15.45 WIB. Tiga teman korban kemudian pulang karena dijemput keluarganya. Namun korban memilih tetap berada di lokasi karena masih asyik bermain air.
Korban Tidak Kunjung Pulang, Keluarga Panik
Beberapa jam setelah itu, keluarga mulai mencari keberadaan korban karena tak kunjung pulang ke rumah. Orang tua korban mendatangi lokasi tempat biasa anak tersebut bermain, namun korban sudah tidak ditemukan.
Kondisi itu membuat keluarga panik dan segera meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran irigasi. Warga kemudian melakukan penyisiran secara mandiri, namun hingga petang korban belum berhasil ditemukan.
Laporan kejadian akhirnya diterima Pos Damkar Sidareja sekitar pukul 19.15 WIB. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung menyiapkan alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan penyelamatan sebelum menuju lokasi.
“Kami menerima laporan pada malam hari dan langsung bergerak ke lokasi. Setelah berkoordinasi dengan unsur terkait, tim bersama warga melakukan penyisiran di sepanjang aliran irigasi hingga ke pintu air,” kata Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo.
Ditemukan di Pintu Air dalam Kondisi Meninggal
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 20.30 WIB. Korban ditemukan oleh warga yang turut melakukan penyisiran menggunakan jaring di area pintu air saluran irigasi.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Petugas kemudian membantu proses evakuasi dan membawa jenazah ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban berhasil ditemukan setelah pencarian bersama antara petugas dan masyarakat. Selanjutnya korban dievakuasi dan diantar ke rumah duka,” ujarnya.
Proses pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Polsek Gandrungmangu, Babinsa, UPT BPBD Sidareja, Satpol PP Kecamatan Gandrungmangu, Pemerintah Desa Bulusari, petugas Pos Damkar Sidareja, serta warga sekitar.

