Duel bertensi tinggi mewarnai jalannya laga lanjutan Putaran Nasional Liga 4 antara Persibangga Purbalingga kontra PSPP Padang Panjang. Berlaga di Stadion Goentoer Darjono pada Jumat (5/6/2026) sore, kedua kesebelasan terpaksa menyudahi paruh pertama pertandingan dengan skor imbang 1-1.
Pertemuan dua tim tangguh ini menyedot animo sekitar 2.000 pasang mata yang memadati tribun. Di bawah kawalan cuaca berawan dan suhu udara berkisar 30 derajat Celsius, jalannya pertandingan langsung menyajikan jual beli serangan sejak sepak mula dilakukan.
Perombakan Lini Tuan Rumah dan Absennya Kapten Tim Tamu
Menatap laga krusial ini, arsitek strategi Persibangga Purbalingga, Mohamad Irfan, memutuskan merombak komposisi utama (starting eleven). Nama Erlangga Adhyaksa Nugraha dan Muhammad Ilhamul Irhaz kembali dipercaya mengisi pos penyerangan guna menggedor tembok pertahanan tim tamu sejak menit awal.
Lini belakang Laskar Jenderal Soedirman juga mendapat penyegaran dengan kembalinya Fathur Yan. Ia dipasang berdampingan dengan sang kapten, Andre Putra Wibowo, untuk membentuk barikade kokoh di area pertahanan.
Di lain sisi, pelatih PSPP Padang Panjang, Dian Rama Saputra, memilih bermain aman dengan mempertahankan kerangka tim utama. Hanya saja, kekuatan Laskar Marapi sedikit timpang karena tidak diperkuat oleh sang kapten reguler, Saiful Ramadhan. Ban kapten pun didelegasikan kepada Bima Lesmana yang memimpin rekan-rekannya bertarung di lapangan.
Saling Balas Gol di Stadion Goentoer Darjono
Tuan rumah tidak membutuhkan waktu lama untuk memecah kebuntuan. Baru sepuluh menit laga bergulir, kemelut di area terlarang PSPP berhasil dimanfaatkan dengan cerdik oleh Arvin Aufa Rishandy (21). Melihat posisi kiper lawan, Ivan Fadhilah, yang terlanjur meninggalkan posisinya, Arvin menyundul bola ke gawang yang kosong dan mengubah skor menjadi 1-0.
Keunggulan cepat ini mendongkrak rasa percaya diri anak-anak Purbalingga. Memasuki menit ke-20, Persibangga praktis mengendalikan jalannya pertandingan. Sayangnya, dominasi penguasaan bola dan sejumlah peluang yang lahir lewat transisi cepat belum mampu diselesaikan secara klinis menjadi gol tambahan.
PSPP Padang Panjang bukan tanpa perlawanan. Wakil Sumatera Barat ini perlahan keluar menyerang dan kerap merepotkan lini belakang tuan rumah lewat skema serangan balik cepat. Beruntung, kedisiplinan duet Fathur Yan dan Andre Putra masih cukup tangguh mementahkan serangan lawan.
Persibangga sejatinya nyaris memperlebar jarak pada menit ke-32 melalui sepakan spekulasi jarak jauh Erlangga Adhyaksa. Bola yang mengarah deras ke gawang secara heroik berhasil ditepis oleh Ivan Fadhilah.
Merespons lini depannya yang buntu, Coach Dian Rama langsung menarik keluar Jimmy Tryan Brother (9) pada menit ke-37 untuk digantikan oleh Januardi Rahmad Dwi Ananda (18).
Taktik tersebut berjalan efektif. Dua menit berselang, kelengahan lini belakang Persibangga harus dibayar mahal. Striker sarat pengalaman milik PSPP, Julian Mancini (11), yang berdiri tanpa kawalan berarti, sukses mengonversi umpan matang menjadi gol penyeimbang pada menit ke-39, menaklukkan kiper Farros Kaka.
Tensi permainan semakin memanas menjelang turun minum. Bek PSPP, Wildan Chusnul Al Fasyi (12), terpaksa dihadiahi kartu kuning oleh wasit Chairul Umam akibat pelanggaran keras. Walau laga babak pertama sempat diberikan tambahan waktu 2 menit, skor imbang 1-1 tetap tidak berubah hingga masa jeda.

