cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Ancaman Bencana Menguat, Relawan FPRB Wanayasa Turun Tangan Bersihkan Lingkungan
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Ancaman Bencana Menguat, Relawan FPRB Wanayasa Turun Tangan Bersihkan Lingkungan
Banyumas Raya

Ancaman Bencana Menguat, Relawan FPRB Wanayasa Turun Tangan Bersihkan Lingkungan

Syarif Tahmid
Last updated: 3 Februari 2026 18:40
Syarif Tahmid
Published: 3 Februari 2026
Share
relawan FPRB Pagentan
Relawan FPRB Pagentan saat melakukan distribusi logistik pada korban bencana. (dok. PMI Banjarnegara)
SHARE

ANCAMAN bencana akibat cuaca ekstrem yang diprakirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan masihi menjadi ancaman bagi masyarakat wilayah atas Banjarnegara, untuk itu relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Wanayasa bakal menggelar aksi mitigasi bencana yang dikolaborasikan dengan gerakan bersih lingkungan.

Contents
  • Bersih Lingkungan Jadi Langkah Nyata Cegah Bencana
  • Terbuka untuk Umum Libatkan Lintas Relawan
  • Drainase di Titik Rawan Jadi Fokus Utama Pembersihan
  • Edukasi Warga Daerah Rawan Terus Diperkuat
  • Belajar dari Banjir dan Longsor Sebelumnya
  • Sambut Ramadan dengan Lingkungan Bersih dan Aman

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, mengingat sejumlah wilayah di Kecamatan Wanayasa masuk zona merah rawan longsor dan banjir.

Bersih Lingkungan Jadi Langkah Nyata Cegah Bencana

Koordinator Relawan FPRB Banjarnegara, Wanidi, mengatakan kerja bakti membersihkan lingkungan menjadi upaya konkret dalam pengurangan risiko bencana. Selain mempererat kebersamaan relawan dan warga, kegiatan ini bertujuan mencegah banjir dan longsor akibat saluran air yang tersumbat.

Aksi bersih lingkungan tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu (4/2/2026) dan terbuka untuk umum, baik bagi relawan maupun masyarakat yang peduli pada keselamatan dan pencegahan terjadinya bencana.

Terbuka untuk Umum Libatkan Lintas Relawan

Dalam pelaksanaannya, FPRB Wanayasa tidak bergerak sendiri. Kegiatan ini juga melibatkan Relawan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) serta komunitas lain yang memiliki kepedulian terhadap isu kebencanaan.

“Aksi ini terbuka untuk umum. Selain relawan FPRB, kami juga dibantu kawan-kawan dari relawan RAPI. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat jejaring relawan dalam menghadapi potensi bencana,” katanya.

Drainase di Titik Rawan Jadi Fokus Utama Pembersihan

Gerakan bersih lingkungan difokuskan pada saluran drainase di sepanjang jalur rawan, terutama di titik-titik yang berpotensi longsor. Pembersihan ini diharapkan mampu menjaga kelancaran aliran air hujan sehingga tidak meluap atau menciptakan genangan berbahaya.

Baca Juga  Pencurian Gabah di Kemangkon Purbalingga, Pelaku dan Korban Sepakat Damai

“Harapannya, saat hujan deras turun, saluran air tetap lancar dan tidak memicu banjir maupun longsor,” katanya.

Edukasi Warga Daerah Rawan Terus Diperkuat

Wanidi berharap aksi terbuka ini dapat meningkatkan kesadaran warga, khususnya mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana, akan pentingnya menjaga lingkungan.

Ia menilai, sumbatan saluran air masih menjadi salah satu penyebab utama longsor karena mengganggu aliran air dan mengikis tanah di sekitarnya.

Belajar dari Banjir dan Longsor Sebelumnya

Pengalaman banjir yang sempat memicu longsor dan mengancam dua rumah warga di Kecamatan Wanayasa menjadi pelajaran berharga. Peristiwa tersebut mendorong relawan dan masyarakat untuk lebih proaktif melakukan pencegahan.

“BMKG memprakirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga dua pekan ke depan. Karena itu, kami bergerak lebih awal dengan membersihkan dan memperbaiki saluran air,” katanya.

Sambut Ramadan dengan Lingkungan Bersih dan Aman

Selain aspek kebencanaan, kegiatan ini juga mengandung nilai sosial dan spiritual. Gerakan bersih lingkungan menjadi momentum menyambut bulan Ramadan, agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman.

“Lingkungan yang bersih membuat ibadah lebih khusyuk. Ini juga bagian dari ikhtiar mencegah bencana,” katanya.

Bayar Pajak Kendaraan 2025 Terasa Lebih Mahal? Ternyata Ada Aturan Opsen 66 Persen, Ini Penjelasannya
Patroli Skala Besar Malam Takbir, Polres Purbalingga Sisir Sejumlah Wilayah hingga Pelosok Desa
Genap Setahun Pimpin Banyumas, Duet Sadewo-Lintarti Tancap Gas Genjot Investasi
Ini 4 Sosok Calon Sekda Banjarnegara 2026: Kepala Inspektorat hingga Dispermades Berebut Kursi Panas
Inovasi Religi di Banjarnegara: Ploren Kafe Luncurkan Majelis Mancing, Wadah Hobi Sekaligus Ngaji
TAGGED:cuaca ekstrempotensi bencanarelawan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan