Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyinggung penegakan hukum yang tegas pada pelaku kenakalan remaja. Penegakan hukum yang tegas akan memberikan efek jera pada pelaku kenakalan remaja.
Kapolres mengungkapkan hal itu saat Rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Setda Kebumen, Senin (23/2/2026). Dia mengatakan bahwa kenakalan remaja memang nyata adanya. Sebab, di Kebumen sendiri baru-baru ini terjadi tawuran di wilayah Sruweng.
“Penanganan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Polri, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintah desa, kecamatan, dan orang tua,” ujar Kapolres seperti dikutip Instagram Polres Kebumen.
Kapolres Kebumen Dorong Pemantauan Media Sosial
Kapolres juga mendorong pemantauan media sosial guna mendeteksi potensi pergerakan kelompok remaja, Dia mengatakan, saat ini semua diminta peka terhadap potensi kenakalan remaja.
Di sisi lain, Polres Kebumen bersama TNI dan pemerintah daerah berencana menggelar patroli skala besar mulai pekan ini. Patroli terpadu tersebut diharapkan mampu menekan potensi gangguan kamtibmas dan menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.
Petasan
Dalam kesempatan rakor tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan pencegahan gangguan kamtibmas tidak cukup hanya dengan imbauan. Menurut Bupati, aparat pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa harus turun langsung ke masyarakat untuk melakukan edukasi sekaligus pengawasan.
“Korban akibat petasan sudah banyak, sudah ditindak, tetapi masih terus terjadi. Karena itu, kita harus hadir sebelum masalah muncul,” ujar Lilis.
Sementara, Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, ledakan petasan yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Grobogan dan Boyolali, harus menjadi pelajaran. Sehingga, tidak terjadi di Kebumen. Kapolres memerintahkan jajaran Reskrim dan Bhabinkamtibmas untuk segera mengamankan warga yang memproduksi petasan secara ilegal.

