cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah Nasional 2026, Ahmad Luthfi Paparkan Strategi Atasi Darurat Sampah
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Jateng > Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah Nasional 2026, Ahmad Luthfi Paparkan Strategi Atasi Darurat Sampah
JatengNasional

Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah Nasional 2026, Ahmad Luthfi Paparkan Strategi Atasi Darurat Sampah

Syarif Tahmid
Last updated: 26 Februari 2026 11:24
Syarif Tahmid
Published: 26 Februari 2026
Share
Jateng raih penghargaan nasional dalam pengelolaan sampah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi raih penghargaan nasional 2026 atas kinerja pengelolaan sampah. Produksi 6,36 juta ton per tahun, Jateng genjot TPST regional dan teknologi RDF. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

GUBERNUR Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima penghargaan sebagai Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dalam Kinerja Pengelolaan Sampah 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).

Contents
  • Produksi 6,36 Juta Ton per Tahun, 40 Persen Belum Tertangani
  • Program Jateng ASRI: Strategi Hulu ke Hilir
    • Strategi utama yang dijalankan meliputi:
  • Penguatan dari Rumah Tangga hingga Desa
  • Menuju Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan

Apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup itu menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi, mulai dari sumber hingga pemrosesan akhir.

Produksi 6,36 Juta Ton per Tahun, 40 Persen Belum Tertangani

Dalam forum nasional tersebut, Ahmad Luthfi memaparkan kondisi riil pengelolaan sampah di Jawa Tengah. Saat ini, produksi sampah mencapai sekitar 6,36 juta ton per tahun. Namun, kapasitas pengolahan yang tersedia baru mampu menangani sekitar 60 persen. Artinya, sekitar 40 persen sampah masih belum tertangani secara optimal.

“Persoalan ini tidak bisa selesai hanya dengan komitmen di atas kertas. Harus ada aksi konkret yang terukur dan berbasis data,” katanya.

Sebagai langkah awal, gubernur menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk menyerahkan data detail pengelolaan sampah di daerah masing-masing. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana aksi yang lebih presisi dan sesuai kebutuhan lapangan.

Program Jateng ASRI: Strategi Hulu ke Hilir

Keseriusan tersebut diwujudkan melalui program Jawa Tengah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Program ini dirancang sebagai percepatan penanganan persoalan sampah yang dinilai telah memasuki fase darurat.

Strategi utama yang dijalankan meliputi:

  1. Pembangunan TPST Regional dan Aglomerasi
Baca Juga  Banjir Pesisir Diprediksi Melanda Tegal dan Sekitarnya Maghrib Nanti

Pemprov mendorong pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) skala regional guna memperkuat kapasitas pengolahan lintas kabupaten/kota.

  1. Penghentian Sistem Open Dumping

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan metode open dumping ditargetkan ditutup dan beralih ke sistem pengelolaan modern berbasis teknologi ramah lingkungan.

  1. Sampah Jadi Energi

Transformasi juga diarahkan pada pemanfaatan sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar alternatif melalui teknologi termal dan Refuse Derived Fuel (RDF).

Sejumlah daerah seperti Banyumas, Cilacap, dan Magelang telah lebih dulu mengadopsi teknologi RDF. Sementara Kudus dan Grobogan mulai mengembangkan TPST skala kecil.

Pada 2026, Pemprov Jateng mengusulkan pembangunan 14 titik TPST tambahan. Sejumlah proyek telah memasuki tahap nota kesepahaman dan akan diajukan ke pemerintah pusat setelah proses administrasi rampung.

Penguatan dari Rumah Tangga hingga Desa

Transformasi pengelolaan sampah tidak hanya mengandalkan infrastruktur. Pemerintah juga mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui:

  • Pemilahan sampah sejak rumah tangga
  • Pengolahan sampah organik dengan komposter atau metode biologis
  • Peningkatan nilai ekonomi sampah anorganik melalui daur ulang
  • Pembentukan satuan tugas pengelolaan sampah dari tingkat provinsi hingga desa

Pendekatan ini diharapkan menekan volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Menuju Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan

Dengan strategi komprehensif tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan peningkatan signifikan kapasitas pengolahan serta pengurangan sampah yang belum tertangani.

Ahmad Luthfi menegaskan, penghargaan nasional 2026 bukanlah tujuan akhir, melainkan momentum untuk mempercepat transformasi tata kelola lingkungan.

“Persoalan sampah harus kita jadikan peluang untuk membangun sistem yang lebih sehat, modern, dan berkelanjutan,” katanya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya berdampak pada capaian administratif, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat Jawa Tengah.

Baca Juga  Kapolres Tegaskan Tak Ada Teror Pocong di Kebumen

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Polda Jateng Bongkar Tindak Pidana Pencucian Uang, Begini Kronologinya
Ini 4 Catatan DPRD Jateng saat Musrenbang dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD
Cuaca Ekstrem Bikin Pohon Tumbang di Klirong
Tahanan Rutan Polres Kebumen Tetap Bisa Menjalankan Ibadah Puasa
Wiranto Kini Ada di Partai Rakyat Indonesia
TAGGED:penghargaanpengolahan sampah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan