Dalam eskatologi Islam, munculnya Dabbatul Ard atau binatang melata dari perut bumi merupakan salah satu dari sepuluh tanda besar (asyratun sa’ah al-kubra) datangnya hari kiamat. Kehadirannya menjadi fase krusial yang menandakan bahwa pintu pertobatan bagi umat manusia akan segera tertutup.
Fenomena ini sering menjadi pengingat bagi umat Muslim mengenai kedekatan akhir zaman. Kemunculannya diyakini terjadi setelah fitnah Dajjal mereda dan matahari terbit dari arah barat. Hal ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Naml ayat 82:
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (QS. An-Naml: 82).
Ciri-Ciri dan Lokasi Kemunculan
Para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai bentuk fisik Dabbatul Ard.
Sebagian riwayat menyebutnya sebagai makhluk besar yang memiliki kemampuan berbicara layaknya manusia. Meski detail fisiknya tetap menjadi misteri, esensi utama dari kehadirannya adalah sebagai saksi atas kekufuran manusia yang telah mengabaikan ayat-ayat Allah.
Mengenai lokasi kemunculannya, beberapa riwayat menyebutkan binatang ini akan keluar dari wilayah Makkah, tepatnya di sekitar Masjidil Haram atau bukit Shafa. Namun, terlepas dari lokasi pastinya, kemunculannya akan menjadi peristiwa global yang disaksikan oleh umat manusia sebagai penanda transisi menuju kehancuran alam semesta.
Tugas Utama: Menandai Mukmin dan Kafir
Dabbatul Ard memiliki tugas spesifik yang diberikan oleh Allah SWT, yaitu memberikan identitas visual pada wajah manusia berdasarkan keimanan mereka:
Orang Beriman: Wajah mereka akan diberikan tanda cahaya yang bersinar, menunjukkan kemuliaan iman yang mereka jaga selama hidup.
Orang Kafir: Wajah mereka akan diberikan tanda gelap atau cap khusus sebagai bentuk penegasan atas kekufuran mereka.
Setelah proses penandaan ini selesai, status keimanan seseorang menjadi permanen. Sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim, ketika tanda-tanda besar telah muncul, termasuk terbitnya matahari dari barat, maka iman seseorang yang baru bertaubat pada saat itu tidak lagi diterima.
Hikmah Bagi Umat Islam
Munculnya makhluk ini merupakan indikasi bahwa masa ujian di dunia telah berakhir. Kehadiran Dabbatul Ard menjadi peringatan keras bagi umat manusia agar tidak menunda-nunda amal saleh dan pertobatan.
Melalui pemahaman tentang tanda-tanda kiamat ini, umat Muslim diharapkan dapat memperkuat benteng keimanan dan tidak terjebak dalam kelalaian duniawi. Mempersiapkan diri dengan ketaatan adalah satu-satunya jalan agar termasuk dalam golongan yang mendapatkan cahaya keimanan saat masa sulit itu tiba.

