Organisasi kemasyarakatan Islam yakni Muhammadiyah telah memutuskan Idulfitri pada 20 Maret 2026. Dengan begitu, warga Muhammadiyah akan melaksanakan malam takbiran pada 19 Maret 2026. Sementara, pada 19 Maret 2026 juga ada Nyepi di Bali.
Sejauh ini baru Muhammadiyah yang telah menetapkan Idulfitri pada 20 Maret 2026. Sementara, pemerintah baru akan melakukan sidang isbat pada 19 Maret 2026. Keputusan dari pemerintah ada dua kemungkinan yakni Idulfitri pada 20 Maret 2026 atau pada 21 Maret 2026.
Jika pemerintah memutuskan Idulfitri pada 20 Maret 2026, maka akan bareng dengan Muhammadiyah. Malam takbiran pun dilaksanakan pada 19 Maret 2026.
Terkait malam takbiran 19 Maret 2026 yang sudah pasti dilaksanakan warga Muhammadiyah, hal itu berbarengan dengan Nyepi di Bali. Nyepi seperti diketahui adalah keheningan tanpa aktivitas di Bali. Di sisi lain, malam takbiran tentu identik dengan suara takbir yang menggema.
Dua situasi itu bisa terjadi di Bali. Karena itu, seruan dari Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Kanwil Kemenag Bali, Polda Bali, Korem 163/Wira Satya. Seruan itu diketahui oleh Gubernur Bali.
Panduan Malam Takbiran di Bali
Dari seruan berbagai kalangan itu, akhirnya diputuskan ada panduan pelaksanaan malam takbiran pada 19 Maret 2026. Dikutip dari Instagram Kementerian Agama, berikut panduan takbiran di Bali yang bersamaan dengan Nyepi.
- Takbiran tetap bisa dilakukan di masjid atau musala terdekat
- Takbiran tanpa pengeras suara, tidak menggnakan sound system, tidak ada petasan, atau bunyi-bunyian lainnya.
- Waktu pelaksanaan pada 18.00-21.00 WITA
- Dijaga bersama: Pengurus masjid, pecalang, linmas, dan aparat keamanan berkoordinasi menjaga ketertiban.

