cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Diskusi 110 Tahun Jenderal Soedirman, Membedah Keteladanan Pahlawan Kelahiran Purbalingga
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Diskusi 110 Tahun Jenderal Soedirman, Membedah Keteladanan Pahlawan Kelahiran Purbalingga
Banyumas Raya

Diskusi 110 Tahun Jenderal Soedirman, Membedah Keteladanan Pahlawan Kelahiran Purbalingga

N Harstanto
Last updated: 30 Januari 2026 19:18
N Harstanto
Published: 30 Januari 2026
Share
Komunitas Historia Perwira menggelar diskusi memperingati 110 Tahun Jenderal Besar Soedirman. (Foto :Historia Perwira)
SHARE

Komunitas Historia Perwira menggelar diskusi memperingati 110 Tahun Jenderal Besar Soedirman. Sebagaimana diketahui, panglima TNI pertama itu lahir di Dusun Rembang, Desa Bantarbarang, Purbalingga pada 24 Januari 1916.

“Beliau wafat juga pada Bulan Januari, tanggal 29, tahun 1950 di Magelang. Jadi, malam hari ini kita berdiskusi mengenang keteladanan beliau pada bulan kelahiran dan wafatnya,” ujar Gunanto Eko Saputro, founder Historia Perwira di Kedai Pojok Taman Kota, Kamis (29/1/2026) malam.

Menurut Gunanto yang menjadi pemantik pada diskusi tersebut, Soedirman adalah tokoh terbesar yang lahir di Purbalingga.

“Kita menyematkan beliau untuk nama jalan, gedung dan branding kota kita seperti Purbalingga Bumi Soedirman, Laskar Soedirman untuk julukan supporter Persibangga dan lainnya, maka penting bagi kita untuk belajar dari beliau,” imbuhnya.

Menurutnya, banyak keteladanan dari Soedirman yang berasal dari keluarga sederhana, menjadi guru, pemimpin organisasi, tokoh masyarakat, menjadi tentara sampai jenderal besar.

Wafa, moderator diskusi dari komunitas Literasi Purbalingga menyebutkan putra pasangan Karsid dan Siyem itu dikenal luas sebagai patriot sejati. Beliau memimpin gerilya saat tubuhnya sendiri sedang ‘berperang’ melawan sakit.

“Jenderal Soedirman bukan sekadar nama dalam buku sejarah, Ia adalah simbol tentang bagaimana semangat bisa mengalahkan keterbatasan,” ujarnya.

Bayu Kisnandi, aktivis Purbalingga menyebutkan generasi muda harus belajar dari cerita hidup Sang Jenderal. Menurutnya, Soedirman adalah teladan tentang kerja keras, perjuangan dan pengorbanan.

“Soedirman menjadi panglima TNI pada usia yang sangat muda, 29 tahun. Beliau wafat juga di usia masih muda, 34 tahun, setelah mengantarkan Indonesia lepas dari cengkeraman penjajahan Belanda,” imbuhnya.

Soedirman juga tokoh yang penuh inspirasi. Saat tubuhnya sakit dan harus perang namun dilarang oleh dokternya, beliau menjawab : ‘yang sakit adalah Soedirman, panglima tidak boleh sakit’.

Baca Juga  Catat! 8 Jam Perbaikan Jalan Kebasen-Sampang Hari Ini

“Itu menunjukan dedikasi luar biasa Soedirman kepada republik ini,” imbuhnya.

Sodirman juga mewariskan semangat perjuangan dan kebajikan. Salah satu kata mutiaranya yang terkenal ‘kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa’.

“Semoga tidak hanya menjadi kata bijak yang sering kita jadikan bahan story media sosial, tapi benar-benar kita resapi dan laksanakan,” pungkasnya.

Polres Purbalingga Survei Jalur Mudik Lebaran, Ini Tujuannya 
Promo All You Can Eat Ramadan di Purwokerto, Ini 3 Coffe & Resto dengan Harga Mulai Rp69 Ribuan
Menilik Moafarm Field & Food: Perpaduan Wisata Edukasi dan Kelezatan Kuliner di Banyumas
Libur Pelayanan SIM, STNK, BPKB di Banyumas dan Kebumen
Jaga Estetika Alun-Alun Purwokerto, DLH Banyumas Tambah Fasilitas Tempat Sampah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan