Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, seolah tidak pernah kehabisan destinasi wisata alam yang memukau. Salah satu yang kini tengah naik daun dan menjadi primadona bagi pelancong adalah Situ Tirta Marta.
Menawarkan panorama telaga dengan air yang sangat jernih, destinasi ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari ketenangan di tengah suasana pedesaan yang asri. Tak hanya soal keindahan visual, Situ Tirta Marta ternyata menyimpan sejarah dan budaya lokal yang unik.
Legenda “Banyu Panguripan” Abad ke-15
Di balik kesegarannya, masyarakat setempat meyakini bahwa Situ Tirta Marta berkaitan erat dengan legenda Raden Jaka Kusuma, putra Adipati Purbalingga pada abad ke-15.
Konon, saat Raden Jaka Kusuma membawa kendi berisi “banyu panguripan” (air kehidupan) untuk kakaknya, kendi tersebut pecah di wilayah yang kini menjadi Desa Karangcegak. Dari pecahan itulah muncul mata air pertama yang disebut mata air Sirah.
Mata air ini terus mengalir dan kemudian ditata secara alami oleh tokoh masyarakat setempat hingga menjadi telaga besar. Nama “Situ Tirta Marta” sendiri resmi disematkan oleh pemerintah daerah sekitar tahun 1973.
Daya Tarik Situ Tirta Marta: Surga Foto Underwater
Apa yang membuat Situ Tirta Marta berbeda dari telaga lainnya? Jawabannya adalah kejernihan airnya.
Foto Bawah Air: Pengunjung bisa melihat dasar telaga dengan mata telanjang. Aktivitas foto bawah air (underwater) menjadi aktivitas paling populer di sini, terutama bagi kalangan milenial.
Suasana Sejuk: Dikelilingi pepohonan rindang dan udara khas pedesaan, tempat ini cocok untuk melepas penat.
Aktivitas Keluarga: Wisatawan bisa berenang santai atau menyewa ban pelampung untuk menikmati aliran air yang tenang.
Harga Tiket Masuk dan Lokasi
Bagi Anda yang ingin berkunjung, Situ Tirta Marta terletak di Dusun I, Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Jaraknya hanya sekitar 8–10 kilometer dari pusat Kota Purbalingga dengan akses jalan aspal yang mulus.
Menariknya, harga tiket masuk ke objek wisata ini sangat ramah di kantong:
Senin – Jumat: Rp5.000 per orang.
Sabtu – Minggu: Rp7.500 per orang.
Fasilitas Lengkap bagi Wisatawan
Pihak pengelola bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya:
Area parkir luas.
Gazebo dan tempat duduk untuk bersantai.
Kamar bilas dan toilet umum.
Warung makan yang menyajikan kuliner lokal.
Mushola.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen melakukan penataan agar Situ Tirta Marta tetap menjadi destinasi unggulan tanpa merusak fungsi ekologisnya sebagai sumber mata air alami.
Jadi, bagi Anda yang sedang berada di Jawa Tengah, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan segarnya air “kehidupan” di Situ Tirta Marta!

