cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Agar Persaudaraan Tak Kandas karena Harta, Hindari 7 Perilaku Ini
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Khazanah > Agar Persaudaraan Tak Kandas karena Harta, Hindari 7 Perilaku Ini
Khazanah

Agar Persaudaraan Tak Kandas karena Harta, Hindari 7 Perilaku Ini

Arsya Al Kaisar
Last updated: 8 Februari 2026 10:29
Arsya Al Kaisar
Published: 8 Februari 2026
Share
Persaudaraan
Persaudaraan sejatinya adalah anugerah terindah yang menghiasi hidup manusia, namun betapa banyak ikatan suci ini yang harus kandas di tengah jalan. (Dok Pixabay)
SHARE

Persaudaraan sejatinya merupakan anugerah terindah yang menghiasi hidup manusia. Namun, realitasnya banyak ikatan suci ini yang kandas di tengah jalan. Hancurnya persaudaraan tidak selalu bermula dari pertengkaran hebat, melainkan akibat penyakit hati dan ambisi duniawi yang dibiarkan tumbuh subur tanpa disadari.

Contents
  • ​1. Cinta Dunia yang Berlebihan
  • ​2. Penyakit Hasad dan Iri Hati
  • ​3. Lisan yang Tidak Terjaga
  • ​4. Ghibah dan Prasangka Buruk
  • ​5. Kesombongan atas Pencapaian Duniawi
  • ​6. Ketidaksabaran Menghadapi Perbedaan
  • ​7. Melupakan Kehidupan Akhirat

​Dalam Islam, Allah SWT menegaskan bahwa ikatan iman bukan sekadar hubungan sosial, melainkan ikatan ruhani yang suci. Hal ini termaktub dalam QS Al-Hujurat ayat 10: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” Ayat ini merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.

​Setidaknya, terdapat tujuh penyebab utama yang sering meretakkan persaudaraan akibat silau harta dunia:

 

​1. Cinta Dunia yang Berlebihan

​Sebab pertama adalah menjadikan dunia sebagai tujuan utama, bukan sarana. Ketika dunia menjadi target, manusia mulai mengukur hubungan berdasarkan untung-rugi. Persaudaraan yang tulus karena Allah berubah menjadi relasi rapuh yang mudah goyah saat kepentingan bersinggungan. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa dunia yang dilapangkan bisa menjadi ujian kelalaian terbesar bagi umat.

 

​2. Penyakit Hasad dan Iri Hati

​Hasad sering muncul saat seorang saudara mendapat kelebihan harta, kedudukan, atau pengaruh. Alih-alih bersyukur, hati justru merasa sempit. Rasulullah SAW menyebut hasad sebagai api yang melahap kebaikan. Jika tidak diobati dengan doa kebaikan bagi saudara tersebut, kehangatan persaudaraan akan mendingin dan menjadi asing.

 

​3. Lisan yang Tidak Terjaga

​Dalam urusan dunia, seseorang sering merasa perlu membela diri atau mempertahankan pendapat hingga mengeluarkan kata-kata tanpa pertimbangan. Satu kalimat yang melukai perasaan bisa meninggalkan bekas lebih lama daripada luka fisik. Menjaga perasaan saudara sering kali lebih mulia daripada memenangkan sebuah perdebatan.

Baca Juga  10 Peran Vital Ayah dalam Membentuk Mental Anak, Bukan Sekadar Pencari Nafkah

 

​4. Ghibah dan Prasangka Buruk

​Kepentingan duniawi kerap mendorong seseorang menilai niat orang lain dengan kacamata curiga. Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain sering kali dibungkus dengan alasan klarifikasi. Allah mengibaratkan perilaku ini seperti memakan bangkai saudara sendiri. Ketika kepercayaan runtuh akibat prasangka, maka runtuh pula pondasi persaudaraan.

 

​5. Kesombongan atas Pencapaian Duniawi

​Saat meraih keberhasilan, ada kalanya seseorang merasa tidak lagi sejajar dengan saudaranya. Kesombongan tidak selalu berupa penghinaan terang-terangan, tapi bisa berupa sikap enggan menghargai atau merasa tidak perlu lagi mendengar masukan. Padahal, semua kelebihan hanyalah titipan yang seharusnya tidak membuat jarak antar sesama.

 

​6. Ketidaksabaran Menghadapi Perbedaan

​Dunia sering mendorong manusia untuk seragam. Namun, tidak semua saudara ditakdirkan berjalan di jalur yang sama. Banyak hubungan yang sebenarnya bisa diselamatkan jika masing-masing pihak mau menahan amarah dan memilih untuk mengalah demi menjaga cinta karena Allah.

 

​7. Melupakan Kehidupan Akhirat

​Sebab yang paling mendasar adalah lupa bahwa dunia hanya sementara. Ketika akhirat menjauh dari kesadaran, urusan dunia terasa sangat prinsipil. Manusia sering menunda untuk memaafkan dan berdamai seolah waktu di dunia masih panjang, padahal yang akan ditanya di akhirat kelak adalah akhlak dan bagaimana kita memperlakukan sesama.

​Sebagai penutup, persaudaraan karena Allah adalah nikmat yang mahal. Dunia boleh dimiliki, namun jangan sampai menguasai hati hingga merusak hubungan yang telah lama terbina. Muhasabah diri menjadi kunci agar hati tetap lapang dan persaudaraan tetap terjaga hingga kelak dikumpulkan kembali di bawah naungan rahmat-Nya.

 

Meraih Ampunan Allah SWT di 10 Hari Kedua Ramadan
Antara Panggilan Allah dan Rayuan Dunia: Mengapa Masjid Sepi Sementara Mall Penuh Sesak?
Wajib Tahu! 7 Cara Bijak Jadi Muslimah di Media Sosial agar Tetap Syar’i
Inilah Alasan Mengapa Orang Sekarat Sering Menatap Kosong ke Atas, Benarkah Melihat Malaikat Maut?
5 Cara Jitu Jaga Iman Anak di Era Digital, Orang Tua Wajib Tahu!
TAGGED:persaudaraan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan