Persoalan hadiah jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-80 yang digelar Pemkab Banyumas pada 24 Agustus tahun lalu kian meluas.
Ternyata, bukan hanya pemenang mobil yang harus gigit jari. Hadiah umrah yang dimenangkan oleh Novi Yanti pun hingga kini belum terealisasi, meski kalender sudah memasuki pertengahan Februari 2026.
Novi Yanti, warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, bernasib serupa dengan Yulia Nurul—pemenang mobil Brio yang juga belum menerima hadiahnya. Meski sudah memenangkan undian sejak Agustus tahun lalu, Novi masih menunggu kepastian kapan ia bisa menginjakkan kaki di tanah suci.
Janji Manis di Bulan Januari
Novi mengungkapkan bahwa berdasarkan perjanjian awal dengan pihak penyelenggara, hadiah tersebut seharusnya direalisasikan paling lambat Januari 2026. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.
”Sejak awal, Pak Sena janjinya akhir Januari beres. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (12/02/2026).
Sebagai informasi, Sena merupakan Direktur Bos Event Organizer (EO), yang dalam pemberitaan sebelumnya sempat disebut sebagai Najmudin.
Komunikasi Masih Terjalin
Walaupun diliputi ketidakpastian dan rasa was-was, Novi mengaku masih menjalin komunikasi dengan pihak penyelenggara, baik dari pihak Bos EO maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas.
”Kemarin Pak Sena (EO acara) sudah telepon. Katanya lagi diusahakan, Pak Agus (Sekda) juga sudah sempat menghubungi. Katanya lagi diurus,” ujarnya mencoba tetap positif.
Kronologi Menang Undian
Mengenang kembali momen keberuntungannya, Novi bercerita bahwa ia membeli dua lembar kupon saat acara jalan sehat berlangsung di kawasan Menara Teratai Purwokerto. Tak disangka, salah satu nomornya keluar sebagai pemenang utama.
”Beli dua tiket, dan dapat itu. Alhamdulillah dapat,” tuturnya.
Menariknya, Novi justru sedang berada di rumah saat namanya dipanggil sebagai pemenang oleh panitia di panggung utama. Ia baru bergegas menuju lokasi acara setelah dihubungi melalui sambungan telepon.
”Saya waktu itu tidak datang, terus ditelepon ke rumah. Habis itu saya langsung ke sana,” kenang Novi.
Tak Menaruh Curiga
Rasa haru sempat menyelimuti Novi saat mengetahui dirinya akan berangkat umrah. Ia mengaku sama sekali tidak menaruh kecurigaan sejak awal karena menganggap acara tersebut diselenggarakan oleh instansi pemerintah yang resmi.
”Bahagia campur terharu. Saya tidak mengira penipuan, karena kan atas nama Pemda Kabupaten, jadi tidak berpikiran sama sekali kalau itu penipuan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Banyumas masih menanti kejelasan dari pihak Pemkab dan EO terkait penyelesaian sengketa hadiah yang mencoreng perayaan HUT RI ke-80 tersebut.

