PSSI Jateng berharap Komdis PSSI Jateng memberikan sanksi maksimal terkait kerusuhan di Rembang.
Diketahui usai laga sepak bola PSIR Rembang vs Persak Kebumen, terjadi kerusuhan. Penonton masuk lapangan dan membabi buta menyerang wasit. Kejadian ini sangat disayangkan banyak pihak. Bahka, seruan adanya sanksi berat bergema di media sosial.
Laga PSIR vs Persak adalah laga leg kedua semifinal Liga 4 Jateng. Laga yang berlangsung di Stadion Krida Rembang pada Kamis (12/2/2026) itu dimenangkan Persak 2-0. Dengan begitu secara akumulatif, Persak unggul 3-1. Persak berhak lolos ke final dan akan melawan Persibangga Purbalingga pada 16 Februari 2026.
Plt Ketua PSSI Jateng Ahmad Riyadh mengatakan Komdis PSSI Jawa Tengah sedang melakukan proses untuk memastikan penerapan sanksi yang diberikan, sesuai dengan fakta yang ada dan data yang telah dikumpulkan serta saksi-saksi yang dimintai keterangan.
“PSSI Jateng berharap putusan sanksi maksimal dapat diberikan, mengingat kejadian tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Dengan harapan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali diwaktu mendatang, sebab hal tersebut bukan saja mencoreng nama sepakbola Jawa Tengah, tetapi lebih dari itu hal ini menjadi citra buruk persepakbolaan secara nasional,” kata Ahmad Riyadh seperti dikutip dari website PSSI Jateng, Jumat (13/2/2026).
Kini tinggal menunggu apa sanksi yang akan diberikan terkait kerusuhan di Rembang tersebut. Diketahui, empat tim dari Jateng sudah lolos ke Liga 4 Nasional yakni PSIR, Persak, Persiharjo, dan Persibangga. Apakah kerusuhan di Rembang akan berdampak pada nasib PSIR?
Imbas Kerusuhan, PSSI Jateng Evaluasi Sistem Kompetisi
PSSI Jateng melakukan analisis dan evaluasi terkait pelaksanaan Liga 4 Jateng. Khususnya juga evaluasi pelaksanaan pertandingan. Sekadar diketahui, beberapa laga diakhiri dengan kerusuhan. Termasuk usai laga PSIR Rembang vs Persak Kebumen.
Usai laga PSIR vs Persak kerusuhan terjadi. Penonton masuk lapangan dan menyerang wasit. Wasit dikeroyok dan pontang-pantig melarikan diri. Atas fenomena itu, evaluasi sistem kompetisi juga mungkin dilakukan PSSI Jateng terkait pelaksanaan Liga 4 Jateng.
“Evaluasi yang kami lakukan termasuk dalam hal sistem kompetisi yang dijalankan. Jika selama ini kompetisi amatir yang dilaksanakan di Jawa Tengah selalu menggunakan system Home and Away, namun selalu memiliki kelemahan pada aspek penyelenggaraan. Dimana banyak pelanggaran terjadi berawal dari tidak terpenuhinya aspek ini dengan baik, serta pelaksanaan regulasi yang buruk,” kata Ahmad Riyadh.
Riyadh mengatakan, PSSI Jateng akan membicarakan menggunakan sistem Centralized atau Home Tournament. Harapannya dengan sistem itu, pelaksanaan dapat lebih mudah terkontrol. “Tetapi semua akan dimusyawarahkan kepada seluruh klub anggota,” katanya.

