Beranda / Banyumas Raya / Kabar Gembira! Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Siswa Serang–Winong Tak Lagi Bertaruh Nyawa di Jembatan Bambu

Kabar Gembira! Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Siswa Serang–Winong Tak Lagi Bertaruh Nyawa di Jembatan Bambu

Kapolres dan Bupati Banjarnegara memotong pita saat peresmian jembatan merah putih presisi Desa Winong Bawang, Jumat (13/2/2026). (Foto : dok Kominfo Banjarnegara)

Senyum semringah terpancar dari wajah warga dan para pelajar di Kecamatan Bawang, Banjarnegara. Penantian panjang mereka akan akses jalan yang layak akhirnya terbayar dengan diresmikannya Jembatan Merah Putih Presisi, Jumat (13/2/2026).

​Jembatan permanen yang menghubungkan Desa Serang dan Desa Winong ini menjadi titik balik bagi mobilitas warga. Sebelumnya, masyarakat—termasuk anak sekolah—terpaksa melintasi jembatan bambu yang ala kadarnya demi memangkas waktu.

 

​Pangkas Waktu Tempuh Secara Signifikan

​Kehadiran jembatan ini memberikan dampak instan pada efisiensi waktu perjalanan. Jika sebelumnya warga harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit, kini jarak antar desa dapat ditempuh hanya dalam waktu 10 menit.

​Kepala SMP Negeri 4 Satu Atap Bawang, Nanik Sri Rahayu, mengungkapkan bahwa sebelum ada jembatan permanen, banyak siswa asal Desa Serang yang kesulitan menuju sekolah di Desa Winong.

​“Jika tidak melalui jembatan bambu, siswa harus memutar lewat Depok dengan jarak lebih jauh. Kondisi ini bahkan sempat memengaruhi minat sebagian calon siswa untuk bersekolah di sini,” kata Nanik.

 

​Hasil Gotong Royong dan Swadaya

​Menariknya, pembangunan jembatan ini merupakan buah dari kolaborasi apik antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, menjelaskan bahwa pendanaan jembatan ini berasal dari swadaya warga, dukungan CSR mitra, serta gotong royong masyarakat kedua desa.

​Proses pembangunan tergolong cepat, dimulai pada 19 Desember 2025 dan rampung pada 7 Februari 2026. Jembatan dengan lebar sekitar 4 meter ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp200 juta dan kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

​Apresiasi Bupati Banjarnegara

​Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, yang hadir langsung memotong pita peresmian, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia mengakui bahwa tantangan infrastruktur di Banjarnegara masih besar, sehingga sinergi lintas sektor menjadi kunci.

Baca Juga  Polres Banjarnegara Ingatkan Pengendara: Spion Bukan Pajangan, Copot Spion Bisa Didenda Rp 250 Ribu

​”Kondisi infrastruktur jalan kabupaten masih membutuhkan perhatian. Sinergi berbagai elemen seperti ini menjadi kunci percepatan pembangunan,” ujar dr. Amalia.

​Terkait permintaan warga untuk pengaspalan akses jalan menuju jembatan, Bupati menyarankan pihak pemerintah desa segera mengajukan usulan resmi melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) agar dapat diproses sesuai prosedur.

​Kini, dengan beroperasinya Jembatan Merah Putih Presisi, denyut ekonomi, pendidikan, dan aktivitas sosial warga Desa Serang dan Winong diharapkan dapat tumbuh lebih cepat dan lebih aman.

 

Tag: