Memberikan rasa aman bagi pemudik, jajaran Bina Marga Jawa Tengah bergerak cepat melakukan perbaikan infrastruktur di jalur tengah yang menghubungkan Banjarnegara menuju Semarang. Sebanyak enam titik kerusakan menjadi fokus utama pengerjaan demi meminimalisir angka kecelakaan saat arus mudik Lebaran 2026 mendatang.
Pantauan di lapangan, para pekerja tampak sibuk melakukan penambalan lubang dan pengaspalan ulang di sejumlah ruas jalan yang rusak. Langkah “ngebut” ini diambil mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi penting bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di Jalur Pantura maupun Jalur Selatan.
Koordinator Lapangan proyek, Ubed, menegaskan bahwa pihaknya menargetkan seluruh pengerjaan fisik selesai sebelum memasuki masa krusial arus mudik.
”Perbaikan dan penambalan dilakukan di jalur tengah dengan total panjang lebih dari 57 kilometer. Kami kebut pengerjaan agar selesai sebelum puncak arus mudik, targetnya H-10 Lebaran sudah rampung,” ujar Ubed saat ditemui di lokasi pengerjaan, Jumat (6/3/2026).
Sistem Buka-Tutup
Selama proses pengerjaan berlangsung, para pengendara diminta untuk bersabar. Pasalnya, di beberapa titik pengerjaan diberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas, terutama dari arah Semarang menuju Jakarta.
”Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar proses pengerjaan di lapangan,” tambah Ubed.
Jalur tengah diprediksi akan mulai diserbu ribuan kendaraan pada H-3 Lebaran. Kondisi jalan yang mulus sangat diharapkan para pemudik untuk memperlancar perjalanan menuju kampung halaman. Pemerintah mengimbau agar pengguna jalan tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lokasi perbaikan.

