cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Kisah Bakhir, Puluhan Tahun Setia Jadi ‘Penjaga Rumah Allah’ di Banjarnegara
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Kisah Bakhir, Puluhan Tahun Setia Jadi ‘Penjaga Rumah Allah’ di Banjarnegara
Banyumas Raya

Kisah Bakhir, Puluhan Tahun Setia Jadi ‘Penjaga Rumah Allah’ di Banjarnegara

Heri Cahyono
Last updated: 6 Maret 2026 23:43
Heri Cahyono
Published: 7 Maret 2026
Share
Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Klampok Banjarnegara
Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Klampok Banjarnegara. (Heri C)
SHARE

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Bakhir (49), pria asal Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Sejak usia remaja hingga kini menginjak kepala empat, ia setia mengabdikan diri merawat Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Contents
  • ​PENGABDIAN SEJAK MUDA
  • ​JADI MUADZIN

​Bagi warga sekitar, Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq bukan sekadar tempat ibadah megah di wilayah Purwareja Klampok. Masjid ini dikenal karena kenyamanannya yang luar biasa. Lantai yang mengkilap dan karpet yang tertata rapi membuat jamaah betah berlama-lama bersujud.

 

​PENGABDIAN SEJAK MUDA

Di balik kemegahan itu, ada tangan dingin Bakhir yang bekerja dalam senyap. Setiap hari, warga Dusun Purwasari ini sudah sibuk menyapu halaman luas hingga mengepel tiap sudut lantai masjid.

​”Sejak muda saya sudah terbiasa membantu di sini. Mulai dari menyapu, mengepel, sampai merapikan alat salat. Tujuannya cuma satu, supaya jamaah nyaman dan khusyuk,” ujar Bakhir saat ditemui, Jumat (6/3/2026).

Bakhir mengabdikan diri merawat Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Banjarnegara.(foto: Heri Cahyono)
Bakhir mengabdikan diri merawat Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Banjarnegara. (foto: Heri Cahyono)

 

​JADI MUADZIN

Tak hanya mahir memegang sapu dan alat pel, Bakhir juga memiliki suara yang merdu saat mengumandangkan adzan. Baginya, menjadi penanda waktu salat bagi warga adalah kebahagiaan tersendiri.

​Meski pekerjaannya terlihat sederhana, Bakhir mengaku tidak pernah merasa lelah. Baginya, menjaga kebersihan masjid adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.

​”Ini bukan sekadar kerjaan buat saya, tapi pengabdian. Kalau masjid bersih, jamaah tenang, ibadah pun jadi lebih mantap,” ungkapnya tulus.

​Kisah Bakhir menjadi bukti bahwa pengabdian tulus tidak melulu soal jabatan tinggi, melainkan tentang konsistensi menjaga rumah ibadah agar tetap suci dan nyaman bagi sesama.

 

Baca Juga  Agus Riyanto Pelatih Persibangga di Liga 4 Nasional, 10 Pemain Baru Diincar
Upayakan Peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi, Pemkab Purbalingga Perkuat Kolaborasi Antar-Perangkat Daerah
Pimpinan KPK: Aplikasi PTSP Efektif Tutup Celah Praktik Korupsi
Petani Hortikultura Terjepit Lonjakan Harga Plastik dan Pestisida
Rupiah Terus Melemah, Apa yang Akan Terjadi pada Dompet Rakyat?
Gratis Masuk! Ini Jadwal Lengkap Rans Carnival di Menara Teratai Purwokerto
TAGGED:bakhirklampok banjarnegaramasjid abu bakar ash-shiddiq
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan