Beranda / Jateng / Pembegalan dengan Senjata Tajam oleh Pemuda di Mirit, Kapolres Kebumen Tekankan Pentingnya Pengawasan

Pembegalan dengan Senjata Tajam oleh Pemuda di Mirit, Kapolres Kebumen Tekankan Pentingnya Pengawasan

pembegalan

Daerah Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen digegerkan dengan pembegalan menggunakan senjata tajam oleh tiga pemuda. Insiden itu terjadi pada 5 Januari 2026 dini hari di Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS). Ketiga pelaku sudah ditangkap kepolisian. Kepolisian pun menekankan pentingnya pengawasan pada para pemuda.

Dikutip dari Instagram Polres Kebumen, pembegalan terjadi pada Senin, 5 Januari 2026 dini hari. Tiga tersangka AN (21), AA (19), dan AH (18) masih sangat muda. Mereka diduga menghentikan secara paksa seorang pengendara bernama Saputra yang tengah berboncengan dengan istrinya, lalu merampas telepon genggam dan uang tunai dengan ancaman senjata tajam.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan, ketiga tersangka dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.

Pembegalan oleh Pemuda dan Lingkungan

Kapolres mengatakan, di balik penanganan hukum tersebut, muncul pertanyaan yang lebih mendasar. Pertanyaan itu adalah bagaimana lingkungan keluarga membentuk perilaku anak hingga terjerumus dalam tindak kriminal.

Kapolres mengatakan, pengawasan orangtua adalah kunci utama dalam mencegah anak terlibat kejahatan. Dia mengatakan, minimnya kontrol, kurangnya komunikasi, serta pergaulan yang tidak terarah sering kali menjadi pintu masuk bagi anak untuk mencoba hal-hal berisiko.

“Anak-anak yang berada di usia rentan membutuhkan kehadiran orangtua, bukan sekadar secara fisik, tetapi juga secara emosional,” ujar Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama didampingi Wakapolres Kompol Faris Budiman dan Kasatreskrim AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, saat konferensi pers, Senin (6/4/2026).

Keterlibatan orangtua dalam kehidupan sehari-hari anak, termasuk mengetahui teman bergaul dan aktivitasnya, sangat penting.

Kapolres mengatakan, kasus pembegalan di JLSS ini memperlihatkan bahwa tindakan kriminal tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang kerap luput dari perhatian, mulai dari kebiasaan keluar malam tanpa pengawasan, hingga keberanian melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Baca Juga  Petasan Bikin Tiga Ledakan Dahsyat yang Merusak di Beberapa Titik di Jawa Tengah

Selanjutnya, Kasatreskrim AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata menambahkan, orangtua diharapkan tidak hanya memberikan larangan, tetapi juga membangun dialog yang terbuka dengan anak. Pendekatan yang hangat dinilai lebih efektif dibandingkan kontrol yang bersifat represif.

Tag: