cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: BMKG: Bukan Godzilla, 2026 Hanya Berpotensi Kemarau El Nino Skala Lemah
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > BMKG: Bukan Godzilla, 2026 Hanya Berpotensi Kemarau El Nino Skala Lemah
Cilacap

BMKG: Bukan Godzilla, 2026 Hanya Berpotensi Kemarau El Nino Skala Lemah

Tri Aji
Last updated: 15 April 2026 21:15
Tri Aji
Published: 15 April 2026
Share
Isu el nino godzilla 2026
Data Grafis Analisis dan Prediksi ENSO (Dok BMKG).
SHARE

Fenomena musim kemarau dengan suhu tinggi dalam durasi panjang yang kerap disebut sebagai “El Nino Godzilla” belakangan ramai diperbincangkan publik. Istilah ini mencuat seiring kekhawatiran akan potensi cuaca ekstrem, seperti kemarau lebih panjang dan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Cilacap.

Contents
  • El Nino dan La Nina Punya Dampak Berbeda
  • Belum Ada Tanda El Nino Ekstrem “Godzilla”

Mengutip sejumlah sumber, istilah tersebut populer digunakan untuk menggambarkan kondisi El Nino yang sangat kuat. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa penyebutan “Godzilla” bukanlah istilah resmi dalam kajian klimatologi.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami fenomena ini secara ilmiah melalui konsep ENSO.

“ENSO adalah singkatan dari El Niño-Southern Oscillation. Ini adalah fenomena iklim global di Samudra Pasifik tropis yang melibatkan perubahan suhu permukaan laut (El Nino/La Nina) dan tekanan udara (Osilasi Selatan), yang berdampak signifikan pada pola curah hujan dan cuaca di seluruh dunia, termasuk Indonesia, termasuk wilayah Cilacap dan sekitarnya,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, ENSO memiliki tiga fase utama yang masing-masing membawa dampak berbeda terhadap kondisi cuaca.

“ENSO memiliki tiga fase utama, yaitu El Nino (fase hangat/panas), La Niña (fase dingin), dan Netral. Dampak di Indonesia El Nino biasanya menyebabkan curah hujan berkurang (kekeringan), sementara La Nina meningkatkan curah hujan (potensi banjir),” jelasnya.

 

El Nino dan La Nina Punya Dampak Berbeda

Lebih lanjut, Teguh memaparkan bahwa El Nino terjadi akibat meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah ekuator Pasifik tengah yang memicu perubahan pola cuaca global.

Baca Juga  Gelombang Tinggi 4 Meter di Laut Selatan Jateng Mulai Hari Ini, BMKG Cilacap Minta Nelayan Hati-hati

“El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan – atmosfer yang ditandai memanasnya suhu permukaan laut (SST) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4) atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya),” ungkapnya.

Sebaliknya, La Nina merupakan kondisi kebalikan dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin dari normal.

“La Nina merupakan kebalikan dari El Nino, ditandai dengan anomali suhu permukaan laut negatif (lebih dingin dari rata-ratanya) di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4). La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat bila diikuti dengan menghangatnya suhu permukaan laut wilayah Indonesia,” lanjutnya.

Teguh juga menjelaskan klasifikasi kekuatan El Nino berdasarkan anomali suhu permukaan laut. “Anomali dianggap dalam kondisi normal ketika nilainya +0,5°C, sangat kuat sama dengan/lebih +2.0°C, kuat bernilai +1.5 hingga +1.9°C, moderat +1.0 hingga +1.4°C, dan lemah +0.5 hingga +0.9°C,” paparnya.

 

Belum Ada Tanda El Nino Ekstrem “Godzilla”

Terkait kekhawatiran akan munculnya El Nino ekstrem atau yang disebut “Godzilla”, Teguh menegaskan bahwa kondisi tersebut belum terjadi di tahun ini.

“El Nino Godzilla itu istilah publik yang dipadankan dengan super El Nino seperti tahun 1997 dan tahun 2015. Super El Nino adalah El Nino yang sangat kuat (indeksnya lebih dari 2°C),” jelasnya.

Ia memastikan, perkembangan ENSO hingga saat ini masih dalam kategori normal, meski ada potensi perubahan pada paruh kedua tahun.

“Sampai dengan semester 1 tahun ini, ENSO dalam kondisi netral, memasuki semester ke-2 ENSO menuju El Nino lemah atau bisa jadi ke El Nino moderat dengan peluang sekitar 55 persen,” katanya.

“BMKG sejauh ini tidak merilis adanya El Nino Godzila, tapi El Nino lemah pada semester 2 (mulai Juni, Juli, Agustus),” tegasnya.

Baca Juga  Khitanan Massal hingga Donor Darah Warnai HUT ke-170 Cilacap, Warga Terbantu

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca yang mungkin terjadi, terutama di sektor pertanian dan ketersediaan air.

BMKG juga memastikan akan terus memantau perkembangan ENSO dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala kepada publik.

 

Taman Zebra, Wisata Edukasi Lalu Lintas Menarik Dekat Alun-alun Cilacap
Batik Maos Cilacap: Bukan Sekadar Kain, Ternyata Dulu Jadi Sandi Perang Pasukan Pangeran Diponegoro!
Pelajar Banyumas Raya Dilatih Produksi Film, Disiapkan Jadi Sineas Muda Tembus Nasional
Santri Asal Cilacap Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Sungai Lukulo
Heboh Dapur Makan Bergizi Gratis di Cilacap Disegel, Ini Penyebabnya
TAGGED:bmkg cilacapel ninokemarau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan