Trans Banyumas melakukan penyesuaian besar dalam sistem layanannya dengan menetapkan empat kebijakan baru yang akan mulai diterapkan pada 4 Mei 2026.
Perubahan ini menjadi perhatian penting bagi pengguna transportasi Banyumas, terutama terkait layanan transit gratis yang selama ini dimanfaatkan oleh penumpang.
Penyesuaian ini tidak hanya berdampak pada tarif, tetapi juga mencakup mekanisme pembayaran dan penggunaan kartu.
Kebijakan tersebut sejalan dengan perubahan skema operasional, menyusul dihentikannya pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penghapusan Sistem Integrasi Perjalanan
Perubahan utama terletak pada dihapuskannya sistem tarif integrasi atau fasilitas pindah bus gratis dalam waktu 90 menit. Sebelumnya, penumpang dapat berganti bus tanpa biaya tambahan selama masih dalam batas waktu yang ditentukan.
Mulai 4 Mei 2026, setiap perpindahan armada akan dikenakan biaya baru. Penumpang wajib melakukan pembayaran setiap kali naik bus, tanpa mempertimbangkan durasi perjalanan sebelumnya.
Kebijakan ini berlaku untuk seluruh metode pembayaran, baik menggunakan kartu uang elektronik maupun sistem pembayaran digital seperti QRIS dan dompet elektronik.
Tarif Rp2.000 Tetap Dipertahankan
Di tengah perubahan tersebut, tarif khusus sebesar Rp2.000 tetap diberlakukan sebagai biaya dasar perjalanan. Tarif ini dinilai masih terjangkau dan menjadi upaya menjaga aksesibilitas layanan bagi masyarakat.
Namun, penerapannya kini berbeda. Tarif tersebut berlaku untuk setiap perjalanan secara terpisah, bukan lagi terintegrasi dalam satu waktu perjalanan seperti sebelumnya.
Penggunaan Kartu Tarif Khusus Dibatasi
Aturan berikutnya menyangkut kartu tarif khusus yang kini hanya dapat digunakan oleh satu orang. Kartu tersebut tidak diperbolehkan untuk dipakai secara bergantian antarpenumpang.
Selain itu, pengguna diwajibkan melakukan pendaftaran kartu sebelum digunakan. Langkah ini bertujuan agar penyaluran tarif khusus lebih tepat sasaran serta meningkatkan ketertiban dalam sistem layanan.
Kartu Uang Elektronik Tetap Fleksibel
Sementara itu, kartu uang elektronik atau e-toll tetap dapat digunakan secara fleksibel. Satu kartu masih bisa digunakan untuk membayar lebih dari satu penumpang dalam satu kali transaksi.
Kebijakan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang bepergian bersama, tanpa perlu menyediakan kartu terpisah untuk masing-masing individu.
Penyesuaian Seiring Berakhirnya Subsidi APBN
Penerapan keempat aturan ini, diyakini tidak lepas dari perubahan kondisi operasional Trans Banyumas yang kini tidak lagi menerima subsidi dari APBN sejak 21 April 2026.
Dengan berakhirnya dukungan dari pemerintah pusat, pengelola layanan melakukan penyesuaian agar operasional tetap berjalan.
Langkah tersebut mencakup penghapusan tarif integrasi serta penerapan sistem pembayaran berbasis perjalanan tunggal. Meski demikian, tarif dasar tetap dipertahankan agar tetap ramah bagi pengguna.
Bagian dari Transformasi Layanan
Kebijakan baru yang mulai berlaku awal Mei ini menjadi bagian dari transformasi layanan transportasi Banyumas menuju sistem yang lebih mandiri. Penghapusan fasilitas transit gratis menjadi salah satu perubahan paling signifikan yang perlu diperhatikan masyarakat.
Dengan memahami aturan terbaru ini, penumpang diharapkan dapat menyesuaikan pola perjalanan dan tetap memanfaatkan transportasi publik secara efektif. Ke depan, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan layanan sekaligus meningkatkan kualitas transportasi di Banyumas.

