cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Jelang Iduladha 1447 H, Dispertan Cilacap Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Melimpah
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Cilacap > Jelang Iduladha 1447 H, Dispertan Cilacap Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Melimpah
Cilacap

Jelang Iduladha 1447 H, Dispertan Cilacap Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Melimpah

Tri Aji
Last updated: 26 Mei 2026 04:10
Tri Aji
Published: 26 Mei 2026
Share
Jelang Iduladha 1447 H, Dispertan Cilacap Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Melimpah
Dinas Pertanian Cilacap meninjau peternakan kambing Rukun Ternak Jabal Nur di Desa Pansihan Maos. (Tri Aji).
SHARE

Pemerintah Kabupaten Cilacap memastikan stok hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, permintaan hewan kurban tahun ini juga mengalami kenaikan.

Contents
  • Stok Sapi dan Kambing Masih Melimpah
  • Harga Sapi Naik, Permintaan Justru Bertambah

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi menjelang pelaksanaan kurban. Salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara intensif di berbagai titik penjualan dan peternakan.

Menurut Sigit, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar sehat, layak disembelih, serta bebas dari penyakit menular. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat Iduladha nanti.

“Hari ini kami berada di Kelompok Tani Rukun Ternak Jabal Nur, Desa Panisihan, Kecamatan Maos. Ini salah satu kelompok tani binaan Baznas Kabupaten Cilacap yang tahun ini menyediakan ternak untuk kurban dan dam haji tamattu,” kata Sigit saat melakukan peninjauan di wilayah Maos, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem. Pemeriksaan ante-mortem dilakukan sebelum hewan disembelih, yakni di lokasi penjualan maupun kandang peternak.

“Yang diperiksa mulai dari kesehatan fisik ternak, usia hewan apakah sudah poel atau belum, hingga memastikan tidak ada penyakit,” jelasnya.

Sementara pemeriksaan post-mortem dilakukan setelah penyembelihan di masjid maupun musala. Petugas akan mengecek organ dalam hewan kurban seperti hati, paru, dan jantung untuk memastikan aman dikonsumsi masyarakat.

 

Stok Sapi dan Kambing Masih Melimpah

Sigit menyebut stok hewan kurban di Cilacap tahun ini jauh di atas kebutuhan masyarakat. Untuk sapi, tersedia sekitar 16.800 ekor, sedangkan kebutuhan tahun lalu hanya sekitar 6.300 ekor.

Baca Juga  Anggota Polresta Cilacap Jalani Tes Urine Mendadak

“Kalau kambing stoknya sekitar 160 ribu ekor, sementara kebutuhan kurban tahun lalu sekitar 16 ribuan ekor. Jadi secara umum stok sangat aman,” ujarnya.

Selain itu, Dispertan juga menerjunkan sekitar 160 petugas gabungan yang terdiri dari dokter hewan, paramedik, penyuluh pertanian, hingga petugas dari desa dan organisasi profesi kesehatan hewan untuk melakukan pengawasan selama Iduladha.

Sigit memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit berbahaya pada hewan kurban di Cilacap, seperti PMK, LSD, maupun antraks.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ditemukan kasus penyakit tersebut. Mudah-mudahan tetap aman sampai pelaksanaan kurban nanti,” katanya.

 

Harga Sapi Naik, Permintaan Justru Bertambah

Sementara itu, pedagang sapi asal Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Nur Hayati mengaku permintaan sapi kurban tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan.

Di peternakan miliknya, sebanyak 180 ekor sapi kurban telah habis terjual bahkan jelang Hari Raya Iduladha.

“Alhamdulillah tahun ini naik terus peminatnya. Semua 180 ekor sudah terjual,” kata Nur Hayati.

Ia menyebut harga sapi tahun ini mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor dibanding tahun lalu. Harga sapi yang dijual berkisar mulai Rp23 juta hingga Rp80 juta per ekor.

Menurutnya, kenaikan harga dipengaruhi mahalnya harga bakalan sapi dan biaya pakan yang ikut terdampak kondisi global.

“Harga sapi memang naik, karena pakan juga naik. Kenaikan sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta satu ekornya,” ujarnya.

Meski demikian, tren masyarakat berkurban sapi disebut terus meningkat setiap tahun. Bahkan, jumlah stok sapi di kandangnya tahun ini bertambah sekitar 30 ekor dibanding tahun lalu yang hanya 150 ekor.

Mayoritas pembeli berasal dari wilayah Cilacap dan Purwokerto. Namun sebagian sapi juga dikirim ke luar daerah seperti Tangerang. “Terjauh ada pengiriman ke Tangerang, delapan ekor berangkat malam ini,” ucapnya.

Baca Juga  1.285 Calon Haji Cilacap Resmi Dilepas, Cek Jadwal Keberangkatannya

Adapun sapi yang dijual berasal dari Bondowoso, Jawa Timur, dengan jenis Limosin, Simmental, Brahman, hingga Peranakan Ongole (PO).

 

Sekolah di Cilacap Diminta Tak Wajibkan Wisuda, Pungutan Dilarang
Sapi Limosin 1 Ton Bantuan Prabowo Disembelih di Kedungreja Cilacap
Klenteng Lam Tjeng Kiong Cilacap, Jejak Sejarah Tionghoa Sejak 1899 yang Masih Kokoh Berdiri
Resmi Jadi Plt Bupati Cilacap, Ammy Segera Tunjuk Plt Sekretaris Daerah
BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Guyur Cilacap 3 Hari ke Depan
TAGGED:hewan kurbansigit widayanto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan