Langkah Persibangga Purbalingga menuju fase 32 besar Liga 4 Piala Presiden 2026 Putaran Nasional akhirnya terkunci. Tiket kelolosan tersebut dipastikan setelah skuad Laskar Jenderal Soedirman menyudahi perlawanan sengit PSPP Padang Panjang dengan keunggulan 3-1 dalam partai pamungkas Grup D yang bergulir di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Jumat (5/6/2026) sore WIB.
Paruh pertama pertandingan menyajikan duel yang ketat lantaran kedua kubu saling memperagakan skema menyerang hingga berkesudahan imbang 1-1. Tuan rumah memecah kebuntuan lebih awal lewat gol Arvin Aufa Rishandy pada menit ke-11, sebelum akhirnya disamakan oleh pemain PSPP Padang Panjang, Julian Mancini, di menit ke-39.
Kembali dari kamar ganti, intensitas serangan armada Persibangga kian meningkat. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-59 saat eksekusi penalti Afif Teguh Saputra kembali mengunggulkan tuan rumah. Seakan belum aman, Fata Aliansyah mempertegas kemenangan Laskar Jenderal Soedirman melalui golnya pada menit ke-79, sekaligus menyegel skor akhir menjadi 3-1.
Apresiasi Tinggi untuk Ketangguhan Mental Skuad Laskar Jenderal Soedirman
Pelatih Kepala Persibangga Purbalingga, Mohamad Irfan, melayangkan pujian mendalam bagi para penggawanya selepas laga usai. Dirinya menggarisbawahi bahwa aspek psikologis yang kokoh serta adaptasi strategi di lapangan menjadi kunci utama amankan poin penuh.
“Mentalitas anak-anak luar biasa. Kami memberikan dukungan, bekal, dan mendampingi mereka dengan baik serta mengubah sedikit game play yang ada. Sepak bola itu keras dan kita punya daya juang yang keras. Makanya Alhamdulillah, hasil hari ini berpihak kepada kami,” ujar M. Irfan, saat konferensi pers setelah pertandingan.

Eks pelatih Persekat Tegal dan Persak Kebumen ini turut menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas sokongan penuh dari jajaran manajemen serta publik bola Purbalingga. Baginya, sinergi dan kerja keras kolektif di semua lini menjadi fondasi utama raihan positif ini.
Catatan Penting Tim Pelatih demi Hindari Blunder di Fase Gugur
Kendati target lolos sudah terpenuhi, M. Irfan mengingatkan armadanya agar tidak cepat berpuas diri. Evaluasi mendalam tetap diberikan, khususnya performa lini belakang yang dinilai sempat melakukan kecerobohan hingga berujung gol bagi lawan.
“Saya lihat video dua kali, gol-golnya (kebobolan, red) karena kesalahan sendiri. Jangan sampai di pertandingan 32 besar ada kesalahan seperti ini kembali. Mudah-mudahan dengan balasan gol tadi, anak-anak bisa meminimalisir kesalahan elementer seperti itu,” jelasnya tegas.
Juru taktik ini juga meminta timnya untuk tetap berkonsentrasi penuh pada jalannya laga dan tidak gampang terpengaruh oleh atmosfer atau keputusan korps baju hitam.
“Jadi, jangan protes wasit dulu. Kembali dulu ke posisi, kemudian fokus, mungkin tidak akan terjadi kesalahan elementer. Saya bersyukur ini terjadinya pas di saya, sehingga ini menjadi hal yang harus diperbaiki secara baik. Jadi, jangan protes dulu, pemain fokus dulu di pertandingan,” tambahnya.
Pemulihan Fisik dan Konsistensi Performa Jadi Fokus Utama
Menatap persaingan fase gugur yang diprediksi bakal menguras energi, staf kepelatihan Persibangga bergerak cepat menyusun agenda tim. Waktu jeda kurang lebih empat hari akan dimaksimalkan untuk memulihkan kebugaran sekaligus mematangkan taktik permainan.
“Ada tiga-empat hari setelah hari ini. Besok kita recovery, kemudian persiapan akan lebih matang lagi di sisa tiga hari ini. Kami akan memberikan input yang baik kepada anak-anak mengenai kekurangan hari ini. Ada latihan sekitar dua hari untuk membenahi kekurangan dengan baik, mudah-mudahan performa di laga berikutnya bisa lebih baik lagi,” ungkap Irfan.
Langkah ini dirasa penting sebagai bentuk perawatan kondisi (maintenance) agar level permainan anak-anak Purbalingga tetap konsisten dalam jalur kemenangan.
Peta Persaingan dan Hasil Akhir Grup D
Sementara itu dari laga penutup grup lainnya, duel antara Wahana FC kontra Sylva Kalteng FC yang dimainkan di GOR Satria Purwokerto berakhir berat sebelah. Wahana FC menyudahi perlawanan musuhnya lewat keunggulan telak tiga gol tanpa balas (3-0).
Merujuk pada tabel klasemen akhir, Wahana FC berhak menyandang status jawara Grup D usai menyapu bersih laga dengan 9 poin. Sementara Persibangga Purbalingga mengekor di posisi kedua (runner-up) dengan koleksi 6 poin, sekaligus mendampingi Wahana FC melaju ke putaran 32 besar Liga 4 Nasional.

