Bencana tanah longsor menerjang Dusun Pondok Nangka, Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga pada Minggu pagi. Peristiwa ini mengakibatkan seorang warga meninggal dunia setelah tertimbun material tanah saat sedang berada di dapur rumahnya.
Korban tewas teridentifikasi bernama Yanti, seorang ibu rumah tangga berusia tiga puluh delapan tahun. Saat kejadian, korban tengah memasak bersama saudaranya, Kasini, yang juga menjadi korban luka dalam insiden tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Revon Haprindiat, menyatakan bahwa bencana tersebut dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi di wilayah setempat. Kondisi ini diperparah oleh letak rumah warga yang berada di bawah lereng bekas galian tambang tradisional.
”Material berupa tanah dan batu besar dari tebing setinggi belasan meter longsor dan langsung menimpa bagian belakang tiga rumah warga,” kata Revon pada Minggu sore.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berlangsung secara mendadak. Korban sempat mendengar suara gemuruh yang menyerupai suara kendaraan sebelum lereng bukit tersebut ambrol menimpa bangunan. Iptu Susetyo Yulianto selaku Kapolsek Mrebet mengonfirmasi bahwa Yanti sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat di bagian kepala. Sementara itu, Kasini kini tengah menjalani perawatan medis di Puskesmas Serayularangan akibat luka pada bagian kaki.
Dampak dari bencana ini memaksa belasan jiwa dari tiga kepala keluarga untuk mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi tempat tinggal mereka yang rusak berat dan sedang. BPBD bersama unsur TNI, Polri, serta relawan telah melakukan pendataan di lokasi, namun pembersihan material besar belum bisa dilakukan sepenuhnya. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang dinilai masih labil dan masih menunggu rekomendasi teknis dari tim geologi guna menghindari longsor susulan.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan apabila hujan lebat turun dalam durasi yang lama. Langkah kesiapsiagaan dianggap menjadi faktor kunci dalam menekan risiko jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.

