KEGIATAN Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banjarnegara yang digelar pada, Rabu (4/2/2026) menghasilkan sebuah komitmen bersama untuk menghadirkan kepenyuluhan agama yang lebih aktif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Rakerda penyuluh agama ini diikuti sekitar 100 peserta penyuluh dari lintas iman—Islam, Kristen, dan Buddha—dari seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara. Forum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk merumuskan program yang relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan sosial ke depan.
Penyuluh Agama Diperkuat sebagai Garda Terdepan Pelayanan Umat
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sukarno, menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa kepenyuluhan tidak cukup dijalankan secara seremonial atau rutin semata, tetapi harus mampu menjawab persoalan riil umat serta sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama.
“Penyuluh agama adalah corong Kementerian Agama. Program IPARI harus berdampak, inklusif, dan selaras dengan Asta Protas. Tingkatkan kompetensi, jaga profesionalitas, dan hadir menjawab persoalan masyarakat,” katanya.
Jadi Ruang Musyawarah dan Konsolidasi Lintas Agama
Pada momentum Rakerda ini, Ketua IPARI Kabupaten Banjarnegara, Nasirin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para penyuluh lintas agama untuk menyampaikan gagasan, masukan, serta aspirasi yang kemudian dirumuskan menjadi kesepakatan bersama.
Menurutnya, seluruh program yang dihasilkan merupakan buah musyawarah kolektif dan diharapkan tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar diimplementasikan di tengah masyarakat.
“Program hasil Rakerda ini harus relevan, aplikatif, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh umat dan masyarakat,” ujarnya.
Agenda Strategis IPARI Banjarnegara Tahun 2026
Dalam Rakerda tersebut, sejumlah agenda strategis berhasil disepakati sebagai arah gerak IPARI Banjarnegara sepanjang 2026, antara lain: Pembentukan Tim Penyuluh Tugas Penanggulangan Bencana sebanyak 15 orang melalui proses verifikasi, Penguatan iuran organisasi, baik iuran tahunan anggota IPARI maupun iuran bulanan Pokjaluh untuk kas, dana sosial, dan kebutuhan kegiatan, Program bersih-bersih rumah ibadah lintas agama, dan Pertemuan rutin.
Dari Ekoteologi hingga Pemberdayaan Ekonomi Umat
Selain program internal organisasi, IPARI Banjarnegara juga merancang berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan umat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, di antaranya:
- Bimbingan rohani pasien di RS Imanuel
- Bakti sosial berbasis ekoteologi sebagai wujud kepedulian lingkungan
- Baksos qurban dengan target empat ekor sapi pada Mei 2026
- Santunan anak yatim pada bulan Muharram
- Program pemberdayaan ekonomi jamaah yang direncanakan berjalan pada Juli 2026
IPARI Banjarnegara Mantapkan Langkah Menuju Kepenyuluhan Inklusif
Melalui kesepakatan Rakerda 2026 ini, IPARI Kabupaten Banjarnegara meneguhkan langkah bersama untuk menghadirkan penyuluhan agama yang profesional, inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata.
Dengan sinergi lintas iman dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, IPARI Banjarnegara optimistis mampu memperkuat peran penyuluh agama sebagai agen pelayanan, pemberdayaan, dan perekat harmoni sosial di daerah.

