cilacaptoday.comcilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Reading: Keripik Niti: Menelusuri Jejak Pelopor Keripik Tempe Legendaris Purwokerto Sejak 1967
Share
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Search
  • Beranda
  • Cilacap
  • Banyumas Raya
  • Jateng
  • Nasional
  • Khazanah
  • Indeks
Follow US
cilacaptoday.com > Artikel > Banyumas Raya > Keripik Niti: Menelusuri Jejak Pelopor Keripik Tempe Legendaris Purwokerto Sejak 1967
Banyumas Raya

Keripik Niti: Menelusuri Jejak Pelopor Keripik Tempe Legendaris Purwokerto Sejak 1967

Kurnia
Last updated: 26 Maret 2026 08:18
Kurnia
Published: 26 Maret 2026
Share
Keripik Niti, pelopor keripik tempe di Purwokerto yang terkenal sejak 1967 silam. (Foto: TikTok @keripiktempeniti) 
Keripik Niti, pelopor keripik tempe di Purwokerto yang terkenal sejak 1967 silam. (Foto: TikTok @keripiktempeniti) 
SHARE

Berbicara tentang kuliner Purwokerto, pikiran banyak orang pasti langsung tertuju pada mendoan yang hangat dan lembut.

Contents
  • Warisan Mbah Marniti: Eksis Melintasi Tiga Generasi
  • Rahasia Dapur: Teknik Penggorengan Dua Kali
  • Harga Terjangkau dan Lokasi Strategis
  • Simbol Ketahanan Kuliner Lokal

Namun, di sudut kota ini, terdapat sebuah nama yang telah menjadi legenda hidup dalam dunia camilan renyah selama lebih dari setengah abad.

Keripik Niti, sebuah jenama yang tidak hanya sekadar menjual keripik tempe, tetapi juga menjaga warisan rasa yang telah bertahan lintas generasi sejak tahun 1967.

Sebagai pelopor keripik tempe di wilayah Banyumas, Keripik Niti tetap menjadi primadona bagi wisatawan maupun warga lokal di tengah gempuran camilan modern. Kesetiaan pelanggan terhadap cita rasa tradisionalnya membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi setiap harinya.

 

Warisan Mbah Marniti: Eksis Melintasi Tiga Generasi

Melansir unggahan TikTok Camat Purwokerto Selatan, Oka Yudhistira Pangestu (@okayudhis), sejarah panjang Keripik Niti bermula dari tangan dingin Mbah Marniti.

Pada tahun 1965-an, beliau mulai merintis usaha keripik tempe ini dengan resep bumbu rahasia yang autentik. Dan, mulai tahun 1967, Keripik Niti terkenal di wilayah Kelurahan Purwokerto Kidul dan sekitarnya.

Nama “Niti” sendiri diambil dari bagian nama sang nenek, sebagai bentuk penghormatan sekaligus identitas produk.

Dahulu, Marniti atau yang akrab disapa “Mbah Niti” berjualan keliling dengan membawa rinjing sebelum menempatinya tempat sekarang.

Marniti alias Mbah Niti, pencetus Pelopor Keripik Niti di Jalan Pramuka, Purwokerto Selatan, Banyumas. (Foto: TikTok @keripiktempeniti) 
Marniti alias Mbah Niti, pencetus Pelopor Keripik Niti di Jalan Pramuka, Purwokerto Selatan, Banyumas. (Foto: TikTok @keripiktempeniti)

Sang Pelopor sendiri meninggal dunia pada 2013 lalu dalam usia kurang lebih mencapai 105 tahun. Ketika usia Mba Niti sudah senja, usaha tersebut dilanjutkan oleh anaknya, yakni Ahmad Muntasir.

Akan tetapi, setelah Ahmad Muntasir meninggal pada 2002 lalu, bisnis keluarga ini dikelola oleh generasi ketiga bernama Pungguh Jatmiko. Sebelumnya,

Baca Juga  Taman Kota Usman Janatin Disiapkan Jadi Magnet Ekonomi Purbalingga

Meskipun tongkat estafet kepemimpinan telah berpindah, prinsip kualitas yang diwariskan oleh Mbah Marniti tetap dijaga ketat.

Tak heran jika tekstur renyah dan rasa gurih rempahnya tidak pernah berubah sejak dahulu kala. Hal inilah yang membuat Keripik Niti menyandang gelar sebagai salah satu pelopor industri keripik tempe di Purwokerto.

 

Rahasia Dapur: Teknik Penggorengan Dua Kali

Apa yang membuat Keripik Niti berbeda dari keripik tempe lainnya? Jawabannya terletak pada proses produksi yang detail dan dedikasi terhadap kualitas bahan baku.

Setiap harinya jika stok belum mencukupi, rumah produksi ini mengolah sekitar 3.400 bungkus tempe mentah untuk menghasilkan kurang lebih 900 bungkus keripik tempe matang.

Salah satu kunci kelezatannya adalah penggunaan minyak goreng dari kelapa yang selalu terjaga kualitasnya.

Proses produksi keripik tempe Niti, melalui dua kali penggorengan. (Foto: TikTok @keripiktempeniti)
Proses produksi keripik tempe Niti, melalui dua kali penggorengan. (Foto: TikTok @keripiktempeniti)

Proses penggorengannya pun dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, tempe digoreng menjadi mendoan setengah matang. Setelah ditiriskan, tempe kemudian digoreng kembali di wajan berbeda hingga benar-benar kering dan memiliki tekstur yang sangat renyah.

Dengan dukungan 18 karyawan, setiap keping keripik dipastikan memiliki standar ketebalan dan kematangan yang pas.

 

Harga Terjangkau dan Lokasi Strategis

Bagi Anda yang ingin mencicipi kegurihan keripik legendaris ini, harganya tergolong sangat ramah di kantong. Satu bungkus Keripik Niti dibanderol dengan harga Rp30.000 yang berisi 20 biji.

Dengan kemasan yang rapi dan tahan lama, keripik ini menjadi pilihan favorit untuk oleh-oleh ke luar kota.

Menemukan lokasi tokonya pun sangat mudah. Keripik Niti terletak di area yang strategis dan mudah dijangkau dari pusat kota. Berikut adalah detail lokasinya:

  • Alamat: Jl. Pramuka No.221a, Pertabatan, Purwokerto Kidul, Kec. Purwokerto Sel., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53147.
  • Patokan: Hanya berjarak sekitar 200 meter dari RS Bunda Purwokerto.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB.
Baca Juga  Persibangga Menggelegar Jelang Kick Off Liga 4 Nasional 2026, Uut: Kami Siap Tempur dan Raih Poin Penuh!

 

Simbol Ketahanan Kuliner Lokal

Keberlangsungan Keripik Niti selama lebih dari 50 tahun membuktikan bahwa kualitas dan konsistensi adalah kunci dalam bisnis kuliner.

Di tengah banyaknya variasi oleh-oleh kekinian, Keripik Niti tetap teguh berdiri sebagai ikon Kuliner Purwokerto.

Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Satria, belum lengkap rasanya jika tidak membawa pulang sebungkus keripik legendaris ini.

Rasa gurihnya yang khas bukan sekadar bumbu, melainkan hasil dari sejarah panjang dan kerja keras keluarga besar Mbah Marniti dalam menjaga identitas rasa asli Banyumas.

***

Menengok Buka Puasa Prasmanan Gratis dengan 700 Porsi Setiap Hari di Masjid 17
Mesin Partai Dipanaskan, PDI Perjuangan Purbalingga Lantik Pengurus PAC dan Libatkan Gen Z untuk Menang Spektakuler
Puluhan Siswa TK di Banjarnegara Simulasi Jadi Petugas Damkar
Aliansi BEM Banjarnegara Gelar Diskusi Publik, Soroti Isu Pendidikan dan Buruh
Persibangga Optimistis Curi Angka di Laga Lawan Persik Sore Ini
TAGGED:keripik nitikuliner banyumas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Threads Copy Link
TAHUN BARU ISLAM 26 CT
Berita Populer
cilacaptoday.comcilacaptoday.com
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Standar Pedoman Penyelesaian Sengketa Pers
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan