Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Banjarnegara mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk turun ke jalan dalam agenda diskusi publik yang akan digelar pada Rabu, 6 Mei 2026. Forum terbuka ini merupakan langkah konkret perdana pascadeklarasi arah juang baru aliansi tersebut.
Presiden BEM STAI Tanbihul Ghofilin Banjarnegara, Alif Alfath, menyatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk membedah persoalan krusial di daerah, khususnya sektor pendidikan dan kesejahteraan buruh. Menurutnya, kondisi kaum pekerja saat ini dinilai masih jauh dari standar kesejahteraan yang layak.
“Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa ikut mendampingi gerakan ini, agar tujuan yang direncanakan bisa tercapai secara maksimal dan berkelanjutan,” ujar Alif dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Diskusi publik tersebut rencananya akan dipusatkan di Alun-alun Banjarnegara pada pukul 15.00 WIB. Alif menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan ruang untuk membangun kesadaran kritis serta memperkuat kolaborasi antara kaum intelektual kampus dengan rakyat sipil.
Konsolidasi Gerakan Mahasiswa
Sebelumnya, lima BEM dari berbagai perguruan tinggi di Banjarnegara telah resmi menyepakati kepemimpinan dan arah juang baru pada 29 April 2026. Aliansi ini dibentuk untuk memastikan gerakan mahasiswa di Banjarnegara lebih terorganisir, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam struktur baru tersebut, BEM STAI Tanbihul Ghofilin didapuk sebagai Koordinator Wilayah (Korwil). Sementara itu, STIE Tamansiswa dipercaya mengelola kesekretariatan dan bendahara. Untuk mempertajam analisis kebijakan, Bidang Kajian dan Aksi diampu oleh STIT Tunas Bangsa dan STIMIK Tunas Bangsa, sedangkan fungsi komunikasi publik dijalankan secara kolaboratif oleh STAI Tanbihul Ghofilin dan STIE Tamansiswa.
Alif menegaskan, aliansi ini memiliki misi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mahasiswa serta memperkuat advokasi terhadap isu-isu lokal yang menyentuh kepentingan rakyat.
“Semoga tidak berhenti di deklarasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata yang berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

